Obama: AS Harus Belajar bahwa dengan Arogansi Tidak Akan Mencapai Hasil
-
Obama, mantan presiden Amerika
Pars Today - Mantan Presiden Amerika Serikat dalam pidatonya mengatakan: "Amerika harus belajar bahwa dengan pemboman dan arogansi (kekerasan/kekuasaan) tidak akan mencapai hasil."
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Barack Obama, mantan Presiden AS, dalam wawancara eksklusif dengan jaringan televisi ABC News mengenai isu nuklir Iran, menyatakan: "Harus kita ingat bahwa dalam kaitannya dengan masalah kebijakan luar negeri kita, asumsi bahwa kita dapat mencapai solusi dengan arogansi dan pemboman, tidak akan membuahkan hasil."
Obama menambahkan: "Ada keraguan bahwa kesepakatan antara Teheran dan Washington akan tercapai yang secara signifikan berbeda dengan kesepakatan nuklir sebelumnya (kesepakatan JCPOA tahun 2015); sebuah kesepakatan yang berfungsi dengan baik untuk waktu yang lama sampai Amerika Serikat pada tahun 2018 oleh Donald Trump keluar darinya."
Trump, 80 Tahun; Presiden yang Menandatangani Kematian Politiknya Sendiri
Sementara itu, surat kabar Inggris The Guardian dalam sebuah laporan bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-80 Donald Trump, Presiden AS, mengabarkan tentang meningkatnya kekhawatiran dan keraguan tentang kondisi fisik dan mental Presiden AS, dan menulis: "Beberapa analis percaya bahwa masa jabatan keduanya kemungkinan akan berakhir dengan kematian politiknya."
Dalam hal ini, Tara Setmayer, mantan direktur komunikasi Partai Republik di Kongres AS, mengatakan: "Donald Trump telah menunjukkan tanda-tanda penuaan untuk sementara waktu, ini hampir bisa dilihat setiap hari; dari usahanya untuk tetap terjaga dalam pertemuan-pertemuan resmi hingga meningkatnya kegugupannya karena keinginannya tidak terpenuhi." (MF)