Baghaei: Kebohongan Ekstrem Jadi Ciri Khas Kebijakan Luar Negeri AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i194964-baghaei_kebohongan_ekstrem_jadi_ciri_khas_kebijakan_luar_negeri_as
Pars Today - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan: Kebijakan luar negeri AS mengenai kawasan dan Iran adalah kebohongan ekstrem.
(last modified 2026-08-15T12:54:27+00:00 )
Aug 15, 2026 19:51 Asia/Jakarta
  • Esmail Baghaei, jubir Kemlu Iran
    Esmail Baghaei, jubir Kemlu Iran

Pars Today - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan: Kebijakan luar negeri AS mengenai kawasan dan Iran adalah kebohongan ekstrem.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, dengan merujuk pada bagian dari novel The Brothers Karamazov karya Fyodor Dostoevsky, penulis terkenal Rusia, menggambarkan pendekatan saat ini dari AS terhadap kawasan Asia Barat dan Republik Islam Iran.

 

Baghaei, dengan merujuk pada penggalan sastra ini, menekankan bahwa kalimat-kalimat ini secara tepat menggambarkan situasi yang diakibatkan oleh "ketergantungan ekstrem pada ketidakbenaran" dalam sistem pemerintahan dan kebijakan luar negeri AS.

 

Ia mengutip teks yang dimaksud sebagai berikut: "Seseorang yang berbohong pada dirinya sendiri dan mempercayai kebohongannya sendiri, pada akhirnya akan mencapai titik di mana ia tidak lagi dapat membedakan kebenaran, baik dalam dirinya sendiri maupun di dunia di sekitarnya, dari kebohongan; dan kemudian ia kehilangan setiap rasa hormat terhadap diri sendiri dan orang lain."

 

Diplomat senior Iran ini, dengan memanfaatkan alegori sastra ini, seraya mengkritik pendekatan analitis dan operasional AS dalam menghadapi perkembangan regional, menekankan bahwa ketergantungan pada pernyataan-pernyataan yang tidak realistis dalam arena pengambilan keputusan dan tindakan internasional, akan menyebabkan gangguan dalam persepsi yang benar tentang realitas-realitas dan akibatnya hilangnya legitimasi dan kredibilitas di mata opini publik global. Menurutnya, kerusakan metodologis ini, saat ini terlihat jelas dalam perilaku politik dan media Washington. (MF)