Iran Pimpin Kawasan: 464 Jurnal Terindeks Scopus
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191624-iran_pimpin_kawasan_464_jurnal_terindeks_scopus
Pars Today - Berdasarkan pengumuman IranDoc, Iran dengan 464 jurnal yang terindeks di "Scopus", telah menduduki posisi pertama di antara negara-negara kawasan.
(last modified 2026-06-16T16:55:47+00:00 )
Jun 16, 2026 23:40 Asia/Jakarta
  • Artikel ilmiah
    Artikel ilmiah

Pars Today - Berdasarkan pengumuman IranDoc, Iran dengan 464 jurnal yang terindeks di "Scopus", telah menduduki posisi pertama di antara negara-negara kawasan.

Melansir ISNA, 16 Juni 2026, Perguruan Tinggi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi Iran (IranDoc) baru-baru ini menerbitkan laporan terbarunya berjudul "Laporan dan Analisis Posisi Jurnal-Jurnal Iran dalam Indeks Sitasi Scopus — Edisi 2026". Laporan analitis ini telah menelaah berbagai dimensi kehadiran jurnal-jurnal Iran dalam basis data internasional "Scopus" dan memberikan gambaran tentang kinerja ilmiah negara di bidang penerbitan internasional.

Berdasarkan temuan laporan ini, Iran dengan 464 jurnal yang terindeks di "Scopus", telah menduduki posisi pertama di antara negara-negara kawasan dan dengan menciptakan jarak yang signifikan dari para pesaing (seperti Turki dengan 344 jurnal), telah mengukuhkan posisinya sebagai pelopor dalam pengembangan infrastruktur penerbitan domestik.

Data laporan ini menunjukkan bahwa dari tahun 2011 hingga 2026, jumlah jurnal Iran dalam indeks ini telah mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan dan melonjak, dengan titik balik berupa tingkat pertumbuhan tahunan dalam tahun-tahun terakhir.

Tantangan: Kualitas dan Distribusi

Laporan ini menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen jurnal berada di kuartal ketiga dan keempat (Q3 dan Q4). Selain itu, ketimpangan dalam distribusi tematik, khususnya pangsa 17 persen untuk ilmu-ilmu humaniora dan sosial, merupakan tantangan penting yang mengingatkan perlunya peninjauan kembali kebijakan-kebijakan dukungan.

Prioritas Strategis 2026: Dari Kuantitas ke Kualitas

IranDoc dalam laporan ini menekankan bahwa melampaui tahap "pengembangan kuantitatif" dan bergerak menuju "peningkatan kualitatif" dan "internasionalisasi nyata" jurnal-jurnal, adalah prioritas strategis sistem penelitian negara di tahun 2026.

Perlunya penguatan kriteria kualitatif dalam evaluasi, perekrutan reviewer dan penulis internasional, serta perlindungan ketat terhadap etika penerbitan, termasuk rekomendasi kebijakan laporan ini untuk meningkatkan posisi ilmiah Iran di tingkat global.

Laporan ini menyingkap dua sisi dari prestasi ilmiah Iran. Di satu sisi, angka 464 jurnal dan peringkat pertama di kawasan adalah pencapaian yang mengesankan, bukti bahwa Iran telah berhasil membangun infrastruktur penerbitan ilmiah yang solid. Namun di sisi lain, fakta bahwa 70%+ jurnal berada di Q3 dan Q4, dan hanya 17% yang fokus pada humaniora-sosial, menunjukkan bahwa "kuantitas" belum diimbangi "kualitas" dan "keseimbangan". Ini adalah fase transisi yang khas: sebuah negara yang sudah berhasil "banyak menerbitkan", tetapi masih berjuang untuk "menerbitkan dengan dampak global". Prioritas 2026 untuk beralih dari "pengembangan kuantitatif" ke "peningkatan kualitatif" adalah langkah yang tepat, karena dalam dunia akademik, jumlah jurnal tidak sebanding dengan kualitas dampak yang dihasilkan.(Sail)