Kurang Tidur Bukan Sekadar Lelah; Ini Mengubah Otak Secara Fisik
https://parstoday.ir/id/news/world-i194174-kurang_tidur_bukan_sekadar_lelah_ini_mengubah_otak_secara_fisik
Pars Today - Para peneliti, dengan meninjau 57 studi pencitraan otak, menemukan bahwa gangguan tidur terkait dengan perubahan struktural di area-area otak yang bertanggung jawab atas perhatian, pengambilan keputusan, dan kontrol emosi.
(last modified 2026-08-01T09:55:39+00:00 )
Aug 01, 2026 16:53 Asia/Jakarta
  • Otak manusia dipengaruhi kurang tidur
    Otak manusia dipengaruhi kurang tidur

Pars Today - Para peneliti, dengan meninjau 57 studi pencitraan otak, menemukan bahwa gangguan tidur terkait dengan perubahan struktural di area-area otak yang bertanggung jawab atas perhatian, pengambilan keputusan, dan kontrol emosi.

Sebagaimana dilaporkan IRNA, sabtu, 1 Agustus 2026, situs TechDaily dalam sebuah laporan mengungkapkan:

Temuan ini, yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, dapat membantu diagnosis dini dan pengobatan yang lebih spesifik untuk setiap jenis gangguan tidur.

Para peneliti di Florida International University, dengan melakukan metaanalisis terhadap 57 studi pencitraan otak, menemukan bahwa gangguan tidur terkait dengan perubahan struktural di area-area kunci otak. Perubahan ini dapat memengaruhi perhatian, pengambilan keputusan, motivasi, dan kontrol emosi.

Berdasarkan statistik global, sekitar sepertiga dari populasi orang dewasa mengalami semacam gangguan tidur selama hidup mereka. Para peneliti, untuk menemukan pola-pola saraf yang sama, membandingkan dua kategori utama gangguan tidur: dyssomnia (seperti insomnia dan sleep apnea) yang mengganggu kemampuan untuk tertidur atau mempertahankan tidur; dan parasomnia (seperti berjalan dalam tidur, mimpi buruk, dan teror malam) yang melibatkan peristiwa-peristiwa tidak biasa selama siklus tidur.

Penurunan Volume di Pusat Perhatian; Titik Persamaan Kedua Jenis Gangguan

Kedua kategori gangguan tidur dikaitkan dengan penurunan volume di talamus. Area ini menyaring informasi sensorik yang masuk dan membantu konsentrasi serta perhatian, dan juga berperan dalam fungsi mental yang lebih tinggi seperti perencanaan dan pemecahan masalah. Para peneliti mengidentifikasi perubahan spesifik di bagian talamus yang disebut pulvinar, yang mengarahkan perhatian dan membantu mengelola kontrol kognitif.

Perbedaan-perbedaan ini terkait dengan jaringan yang lebih luas di otak yang mendukung konsentrasi dan kinerja tugas. Pola ini dapat menjelaskan mengapa gangguan tidur dikaitkan dengan reaksi yang lebih lambat, pengambilan keputusan yang lebih buruk, dan kemungkinan kesalahan dan kecelakaan yang lebih tinggi.

Gangguan Parasomnia; Pengaruh pada Kontrol Emosi

Parasomnia juga menunjukkan pola struktural yang berbeda. Para peneliti mendeteksi perubahan di korteks cingulate posterior, area otak yang berperan dalam motivasi, pengambilan keputusan, dan regulasi emosi. Temuan ini dapat membantu menjelaskan perubahan suasana hati, perilaku, dan kontrol emosional yang terkadang terlihat pada individu dengan gangguan ini.

Menariknya, tidak ditemukan perbedaan struktural yang konsisten untuk dyssomnia. Kontras ini menunjukkan bahwa pola-pola otak yang terkait dengan gangguan tidur mungkin berbeda berdasarkan bagaimana tidur terganggu.

Penyebab atau Akibat? Sebuah Misteri yang Masih Tetap Ada

Para peneliti berharap bahwa hasil ini dapat membantu merancang intervensi yang dapat meningkatkan tidur dan juga melindungi bagian-bagian otak yang berperan dalam perhatian, pengambilan keputusan, dan regulasi emosi.

Katharine Crooks, lulusan doktor ilmu saraf kognitif di Florida International University dan penulis pertama studi ini, mengatakan, "Sebagian besar penelitian meneliti gangguan tidur satu per satu; tetapi dengan melihat hasil dari banyak studi, kami menemukan pola-pola umum di otak yang menjelaskan mengapa masalah tidur dapat memengaruhi konsentrasi, pengambilan keputusan, dan kinerja sehari-hari. Mengingat banyak orang bergulat dengan masalah tidur, memahami apa yang terjadi di otak adalah kunci untuk menemukan intervensi yang lebih baik, alat diagnostik, dan perawatan yang dipersonalisasi."

Matthew Sutherland, ahli saraf kognitif di Florida International University dan penulis senior studi ini, mengatakan, "Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya tidur, kebutuhan untuk memahami apa yang terjadi di otak semakin terasa setiap hari. Penelitian ini, dengan mengumpulkan hasil dari berbagai studi, memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana gangguan tidur memengaruhi struktur dan fungsi otak."

Langkah selanjutnya bagi para peneliti adalah meneliti secara spesifik setiap gangguan parasomnia, termasuk berjalan dalam tidur dan REM sleep behavior disorder. Mereka juga berencana untuk menentukan apakah perubahan yang diamati di otak adalah penyebab gangguan tidur, akibatnya, atau kombinasi dari keduanya.(Sail)