Erdogan: Israel Menghalangi Perdamaian dengan Dusta dan Sabotase
-
Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki
ParsToday - Presiden Turki menyatakan bahwa rezim Israel, melalui kebohongan dan sabotase, melemahkan upaya-upaya untuk mengakhiri perang Amerika dan rezim Zionis melawan Iran.
Melansir ParsToday yang mengutip IRIB, Recep Tayyip Erdogan menegaskan, "Harga dari perang yang dimulai dengan konspirasi dan provokasi Israel tidak hanya dibayar oleh rakyat Iran dan negara-negara saudara di Teluk Persia, tetapi juga oleh semua orang yang terlibat di dalamnya atau di luarnya."
Ia menambahkan, "Kebohongan dan sabotase Israel-lah yang melemahkan perjanjian Islamabad, yang telah memberi seluruh kawasan kami napas dan ketenangan."
Erdogan menegaskan, "Karena pola pikir ekstrem Israel yang bahkan menganggap kemungkinan perdamaian sekecil apa pun sebagai ancaman bagi dirinya sendiri, krisis di kawasan tidak akan mereda."
Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki, sebelumnya juga dalam pernyataannya menegaskan bahwa kabinet Benjamin Netanyahu adalah pecandu perang dan tidak segan-segan melakukan provokasi apa pun untuk mengganggu stabilitas di seluruh kawasan.
"Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Israel menghalangi upaya perdamaian melalui kebohongan dan sabotase, yang menurutnya melemahkan perjanjian Islamabad dan mengganggu stabilitas kawasan. Erdogan menekankan bahwa harga perang yang dipicu provokasi Israel tidak hanya ditanggung oleh Iran dan negara-negara Teluk, tetapi oleh semua pihak, baik yang terlibat langsung maupun tidak. Ia juga menyebut kabinet Netanyahu sebagai 'pecandu perang' yang menganggap setiap peluang perdamaian sebagai ancaman."(Sail)