Rezaei: Trump Terjebak dalam Rawa, Tak Bisa Berunding maupun Berperang
https://parstoday.ir/id/news/iran-i197702-rezaei_trump_terjebak_dalam_rawa_tak_bisa_berunding_maupun_berperang
Pars Today - Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, dalam pertemuannya dengan Shahin Mustafayev, Wakil Perdana Menteri Azerbaijan menegaskan, "Trump terjebak dalam rawa di mana ia tidak dapat berunding dan tidak dapat berperang."
(last modified 2026-09-30T04:17:46+00:00 )
Sep 30, 2026 11:15 Asia/Jakarta
  • Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran
    Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran

Pars Today - Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, dalam pertemuannya dengan Shahin Mustafayev, Wakil Perdana Menteri Azerbaijan menegaskan, "Trump terjebak dalam rawa di mana ia tidak dapat berunding dan tidak dapat berperang."

Melansir IRNA, Selasa, 29 September 2026, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei Selasa (29/9) malam dalam pertemuan ini menambahkan, "Serangan Amerika dan Israel ke Iran dinilainya bertentangan dengan semua hukum internasional dan mengatakan Iran dalam respons terhadap perang ini telah membela diri dengan kuat."

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran menegaskan, "Syarat-syarat Iran telah diberitahukan kepada Amerika, tetapi Trump tidak mampu mengambil keputusan dan Amerika dari keputusasaan dalam perang militer beralih ke blokade udara."

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran dengan merujuk pada perkembangan historis kawasan menegaskan bahwa banyak orang asing sepanjang sejarah datang dan pergi, tetapi Iran dan negara-negara kawasan tetap bertahan.

Pengembangan kerja sama ekonomi, khususnya di bidang energi dan pertambangan, percepatan pelaksanaan proyek Koridor Aras, dan penguatan hubungan antar negara tetangga merupakan poros lain pertemuan ini.

Jenderal Rezaei juga mengumumkan kesiapan Iran untuk membantu mewujudkan perdamaian di kawasan Kaukasus dan mengatakan Amerika tidak memiliki masa depan di kawasan dan Iran dengan kuat berdiri melawannya.

Shahin Mustafayev, Wakil Perdana Menteri Azerbaijan, juga dengan merujuk pada hubungan historis dan budaya Iran dan Azerbaijan, menilai posisi Presiden negaranya dalam perang 40 hari yang menyerukan berakhirnya perang dan terwujudnya perdamaian sebagai tanda hubungan hangat antara kedua negara.

Shahin Mustafayev menggambarkan Iran sebagai negara sahabat dan saudara Azerbaijan dan membantah spekulasi tentang penggunaan wilayah Azerbaijan melawan Iran.

Penekanan pada proyek-proyek ekonomi yang disepakati kedua negara, termasuk Koridor Aras, kerja sama di bidang air dan energi, pengamanan perbatasan, dan pemberantasan penyelundupan barang serta narkoba merupakan poros lain pertemuan ini.

Wakil Perdana Menteri Azerbaijan juga menuntut peran positif Iran dalam proses perdamaian antara Armenia dan Azerbaijan.

"Jenderal Mayor Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, dalam pertemuan dengan Shahin Mustafayev, Wakil Perdana Menteri Azerbaijan, menegaskan Trump terjebak dalam rawa, tidak bisa berunding maupun berperang. Rezaei menilai serangan AS-Israel ke Iran bertentangan dengan semua hukum internasional dan Iran membela diri dengan kuat."(Sail)