Daftar Sasaran Iran; Jika Ini Dihantam, Dunia Goncang
-
Target terpenting Iran di Asia Barat
Pars Today - Target-target infrastruktur Iran di negara-negara kawasan dan Israel, terutama di sektor energi, dapat menjerumuskan dunia ke dalam krisis ekonomi super.
Melansir Fars News, Sabtu, 1 Agustus 2026, media-media AS gencar memberitakan kemungkinan serangan AS dan Israel yang akan segera terjadi terhadap infrastruktur energi Iran.
Selama perang 40 hari, ketika fasilitas South Pars di Iran menjadi sasaran koalisi AS-Israel, Iran membombardir kilang gas terbesar di dunia di Qatar, dan segera setelah itu Trump dalam sebuah cuitan meminta maaf kepada Iran dan menekankan bahwa "hal itu tidak akan terulang".
Kini, di tengah ancaman Iran, AS menyadari betul bahwa fasilitas energi terpenting di dunia yang terletak di negara-negara Arab dan Israel berada dalam jangkauan rudal presisi dan penghancur Iran.
Mari kita tinjau beberapa fasilitas tersebut dalam laporan ini:
Sumur Minyak Ghawar di Arab Saudi
Sumur minyak terbesar di dunia dengan cadangan 75 hingga 83 miliar barel, yang penghentiannya berarti hilangnya sekitar 5 juta barel minyak mentah ultra-ringan per hari.
Ghawar adalah tulang punggung produksi Saudi, dan gangguan apa pun terhadapnya membahayakan lebih dari 5 persen total pasokan minyak dunia.
Fasilitas Abqaiq dan Khurais Arab Saudi
Fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia, jantung mesin ekspor Saudi, yang menstabilkan minyak mentah dari ladang Ghawar, Khurais, dan Shaybah serta menyiapkannya untuk ekspor. Penutupan fasilitas ini akan mengurangi produksi minyak Saudi hingga 50 persen dan mengeluarkan 5,7 juta barel per hari dari sirkulasi.
Abqaiq adalah satu-satunya titik yang dilalui lebih dari 7 juta barel per hari, dan setiap kerusakan di sana akan membawa krisis pada ekspor minyak Saudi. Ini juga akan mengganggu rantai pasokan petrokimia, pembangkit listrik domestik, dan bahkan pabrik desalinasi air.
Sumur Minyak Zakum di UEA
Sumur minyak lepas pantai terbesar kedua di dunia dengan ekspor lebih dari 1 juta barel minyak mentah per hari.
Jika terjadi serangan, ekspor Zakum akan sangat terganggu. Penetapan harga minyak mentah Dubai dan Zakum High akan mengalami kekacauan, dan para penyuling Asia akan menghadapi persaingan ketat untuk mencari alternatif.
Kilang Al-Ruwais UEA
Kilang tunggal terbesar di kawasan dengan kapasitas pengolahan sekitar 800 ribu barel per hari, yang penutupan jangka panjangnya akan memaksa UEA untuk mengurangi produksi minyak mentah lebih cepat, dan akan berdampak berantai pada industri transportasi, pertanian, penerbangan, dan otomotif di tingkat global.
Sumur Gas North Dome dan Fasilitas LNG Ras Laffan Qatar
Sumur gas terbesar di dunia dengan 48 triliun meter kubik gas, setara dengan 25 persen cadangan terbukti dunia. Ras Laffan adalah terminal ekspor LNG yang paling penting di dunia dan bertanggung jawab atas sekitar 20 persen dari total perdagangan LNG global (77 hingga 80 juta ton per tahun).
Serangan Iran dalam Perang 40 Hari mengeluarkan hingga 19 juta ton pasokan LNG dari sirkulasi dan mengurangi kapasitas LNG Qatar hingga 17 persen, yang mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih.
Harga LNG di pasar Jepang/Korea (JKM) melonjak di atas 21 dolar AS per juta BTU, dan Eropa serta Asia bersaing langsung untuk mendapatkan kargo yang tersisa.
Sumur Minyak Burgan Kuwait
Sumur minyak terbesar di Kuwait dengan cadangan sekitar 67 miliar barel, Burgan adalah salah satu sumur minyak kunci yang, dalam krisis terkini, mengeluarkan 2 juta barel per hari dari produksi Kuwait.
Biaya perbaikan infrastruktur minyak Kuwait dalam periode 40 hari diperkirakan mencapai 25 miliar dolar AS. Setiap bulan gangguan berlanjut, 350 juta barel ditambahkan ke kerugian kumulatif minyak dunia.
Kilang Sitra dan Fasilitas Al-Ma'ameer Bahrain
Dalam serangan Perang 40 Hari, Kilang Sitra dua kali terkena serangan, dan dua unit distilasi serta satu tangki bahan bakar rusak.
Perusahaan Minyak Nasional Bahrain (Bapco) menyatakan force majeure. Bahrain, karena ketergantungannya yang tinggi pada fasilitas ini, adalah negara paling rentan di antara negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk Persia terhadap gangguan energi.
Sumur Gas Leviathan dan Tamar Israel
Leviathan adalah sumur gas terbesar Israel (53 persen gas rezim Zionis); Tamar adalah sumur terbesar kedua (44 persen gas negara).
Dalam Perang Ramadan, Israel menutup Leviathan dan Karish selama 30 hingga 40 hari. Ekspor ke Mesir dan Yordania, yang menerima sebagian besar produksi Leviathan, terputus.
Mesir menaikkan harga energi lebih dari dua kali lipat dan memberlakukan jam malam pukul 9 malam untuk para pedagang.
Kerugian ekonomi dari penutupan ini diperkirakan sekitar 1,5 miliar shekel (400 juta dolar AS). Tamar dikenal sebagai "arteri vital" Israel yang menutupi seluruh konsumsi domestik.
Dimensi Global
Berdasarkan laporan Rystad Energy, konflik dalam Perang Ramadan mengeluarkan 11,8 juta barel per hari produksi minyak di enam negara Teluk Persia dari sirkulasi, yang merupakan gangguan pasokan minyak paling parah di era modern.
Produksi minyak negara-negara ini turun dari 24,2 juta barel menjadi 12,4 juta barel per hari. Hanya dalam tiga bulan, 1 miliar barel minyak hilang dari pasar global, setara dengan 2,5 kali total cadangan strategis minyak AS, dan diperkirakan akan mencapai 2 miliar barel pada akhir tahun.
Harga minyak mencapai sekitar 115 dolar AS per barel, dan lalu lintas kapal di Selat Hormuz turun hingga di bawah 20 persen dari tingkat sebelum perang.
Dalam kondisi seperti ini, eskalasi ketegangan dapat sekali lagi memperbarui semua dimensi krisis.(Sail)