Bachelet Mundur: Tinggal Tujuh Kandidat Sekjen PBB
https://parstoday.ir/id/news/world-i197116-bachelet_mundur_tinggal_tujuh_kandidat_sekjen_pbb
Pars Today - Michelle Bachelet, perempuan pertama yang menjabat Presiden Chile dan mantan Komisioner HAM PBB, mengumumkan pengunduran dirinya dari pemilihan Sekretaris Jenderal PBB.
(last modified 2026-09-20T07:15:47+00:00 )
Sep 20, 2026 14:13 Asia/Jakarta
  • Michelle Bachelet, perempuan pertama yang menjabat Presiden Chile dan mantan Komisioner HAM PBB
    Michelle Bachelet, perempuan pertama yang menjabat Presiden Chile dan mantan Komisioner HAM PBB

Pars Today - Michelle Bachelet, perempuan pertama yang menjabat Presiden Chile dan mantan Komisioner HAM PBB, mengumumkan pengunduran dirinya dari pemilihan Sekretaris Jenderal PBB.

Kantor berita Fars News, Minggu, 20 September 2026, di tengah berlanjutnya kampanye pemilihan untuk menggantikan António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, Bachelet menarik diri dari persaingan ini.

Menurut laporan kantor berita AFP, beberapa pekan setelah hasil survei awal menunjukkan Bachelet berada di posisi ketujuh di antara delapan kandidat Sekretaris Jenderal PBB, ia mundur dari upaya menduduki jabatan ini.

Presiden perempuan pertama di Chile, dengan merilis sebuah video mengatakan, "Hari ini saya mengumumkan bahwa saya telah memutuskan untuk tidak melanjutkan pencalonan saya untuk jabatan Sekretaris Jenderal PBB."

Ia melanjutkan, "Mungkin sebagian orang meyakini bahwa waktu untuk pencalonan dengan karakteristik yang saya wakili tidaklah tepat. Namun, saya tidak menyesal menerima tantangan besar ini."

Menurut Bachelet, ia dengan mencalonkan diri untuk jabatan ini, telah membantu pembentukan diskusi bahwa "Sekretaris Jenderal PBB berikutnya haruslah seorang perempuan dari Amerika Latin".

Dengan pengunduran dirinya, kini tersisa tujuh kandidat (empat perempuan dan tiga laki-laki) untuk Sekretaris Jenderal PBB. Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, adalah salah satu kandidat tersebut.

Masa jabatan António Guterres sebagai Sekretaris Jenderal PBB kesembilan berakhir pada 31 Desember 2026.

Menurut laporan kantor berita AFP, hingga kini dalam tiga tahap pemungutan suara yang merupakan bagian dari proses informal pemilihan Sekretaris Jenderal PBB, Dewan Keamanan dua kali memberikan suara kepada Rebeca Grynspan, mantan Wakil Presiden Kosta Rika, tetapi pada pemungutan suara ketiga, Caroline Rodriguez-Birket, mantan Menteri Luar Negeri Guyana, memperoleh peringkat pertama.

Dalam sejarah 80 tahun PBB, belum ada perempuan yang menduduki jabatan ini, dan sebelum ini, hanya satu orang dari Amerika Latin yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBB, "Javier Pérez de Cuéllar" dari Peru yang memegang jabatan ini dari tahun 1982 hingga 1991.

Kantor berita AFP melaporkan, "Berdasarkan prosedur tidak tertulis yang tentu saja tidak selalu dipatuhi, jabatan Sekretaris Jenderal PBB bergilir di antara berbagai wilayah geografis, dan kali ini giliran Amerika Latin."

"Michelle Bachelet, perempuan pertama yang menjabat Presiden Chile dan mantan Komisioner HAM PBB, mengundurkan diri dari pencalonan Sekretaris Jenderal PBB. Pengunduran diri ini terjadi beberapa pekan setelah survei awal menempatkannya di posisi ketujuh dari delapan kandidat. Bachelet menyatakan tidak menyesal menerima tantangan dan bangga telah membantu pembentukan diskusi bahwa Sekjen PBB berikutnya harus perempuan dari Amerika Latin. Kini tersisa tujuh kandidat (empat perempuan, tiga laki-laki), termasuk Rafael Grossi (Direktur Jenderal IAEA)."(Sail)