Menlu Iran: Keamanan Kawasan Milik Kawasan; Intervensi Militer Tak Ciptakan Perdamaian
https://parstoday.ir/id/news/iran-i197086-menlu_iran_keamanan_kawasan_milik_kawasan_intervensi_militer_tak_ciptakan_perdamaian
Pars Today - Menteri Luar Negeri Iran dalam Forum Dialog Global menekankan bahwa keamanan kawasan harus disediakan oleh negara-negara di kawasan itu sendiri.
(last modified 2026-09-19T14:43:12+00:00 )
Sep 19, 2026 21:41 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran Sayid Abbas Araghchi
    Menlu Iran Sayid Abbas Araghchi

Pars Today - Menteri Luar Negeri Iran dalam Forum Dialog Global menekankan bahwa keamanan kawasan harus disediakan oleh negara-negara di kawasan itu sendiri.

Menurut laporan Pars Today yang dikutip dari Kantor Berita Tasnim, Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, pada hari Sabtu (19/9) dalam konferensi "Seruan untuk Perubahan Global: Mengembalikan Pembangunan ke Pusat Perhatian, Menghidupkan Kembali Martabat Manusia, dan Membangun Kembali Keadilan di Dunia yang Bergolak" dalam pidatonya mengumumkan: Dekade-dekade intervensi asing, tekanan militer, dan perang-perang tanpa akhir di Asia Barat, telah membuktikan satu kenyataan yang tidak dapat disangkal: Intervensi militer tidak menciptakan keamanan dan pemberian tekanan serta pemaksaan juga tidak mengarah pada perdamaian, sebaliknya, perang sebagai salah satu instrumen utama hubungan internasional telah menjadi normal dan menyebabkan kelanjutan pola konfrontasi dan konflik permanen.

 

Menteri Luar Negeri Iran menegaskan: Sekarang telah terbentuk pola yang berbahaya; pola di mana kekuatan militer tidak lagi digunakan sebagai solusi terakhir, melainkan telah berubah menjadi mekanisme permanen untuk merancang ulang lanskap politik dan keamanan kawasan.

 

Ia menambahkan: Agresi militer Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap Iran juga dapat dipahami dalam kerangka yang sama; perang yang ilegal, tidak adil, dan agresif serta tanpa provokasi sebelumnya. Perang ini adalah bagian dari pola yang lebih luas dari agresi tanpa hukuman, termasuk kampanye pembunuhan yang ditargetkan terhadap pejabat-pejabat Iran, ancaman terhadap pejabat dan tokoh politik, pelanggaran kedaulatan negara-negara, dan impunitas tindakan-tindakan agresif. Jika tidak menghadapi reaksi efektif dari masyarakat internasional, secara bertahap akan menghapus batas-batas terlarang hukum internasional.

 

Araghchi menekankan: Dunia saat ini lebih dari sebelumnya membutuhkan multilateralisme yang nyata, efektif, dan adil. Perubahan global menuntut kemauan dan keberanian politik untuk mengubah arah pergerakan saat ini: dari militerisme menuju pembangunan berkelanjutan, dari intervensionisme menuju penghormatan terhadap kedaulatan nasional, dari hukuman kolektif menuju perlindungan warga sipil, dari akuntabilitas selektif menuju keadilan universal, dan dari perang-perang tanpa akhir menuju perdamaian yang berkelanjutan.

 

Menteri Luar Negeri Iran menekankan: Di Asia Barat, keamanan berkelanjutan tidak dapat didikte dari luar kawasan, keamanan kawasan harus menjadi milik kawasan itu sendiri, negara-negara di kawasan harus dapat berdialog tentang keamanan, stabilitas, pembangunan, dan masa depan bersama mereka dan menemukan solusi mereka sendiri tanpa intervensi kekuatan-kekuatan asing. (MF)