PM Irak Perintahkan Militer Siaga Penuh
Perdana Menteri dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Irak memerintahkan peningkatan tingkat siaga di barak dan pangkalan militer.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip kantor berita IRIB, "Sabah al-Nu'man", juru bicara Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Irak, menyatakan: "Ali Faleh al-Zaidi", Perdana Menteri dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, telah memerintahkan agar tingkat siaga dan kesiapan seluruh barak serta pangkalan militer negara ini ditingkatkan.
"Sabah al-Nu'man" menambahkan: Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata juga menekankan pelaksanaan rencana pencegahan intelijen untuk menggagalkan segala bentuk serangan atau infiltrasi.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Irak itu pada akhir pernyataannya menyampaikan bahwa al-Zaidi telah memerintahkan percepatan pelaksanaan program pengadaan dan persenjataan sistem radar, deteksi dini, serta pertahanan udara.
Langkah-langkah ini dilakukan setelah serangan gabungan Arab Saudi dan Amerika Serikat pada Rabu dini hari terhadap posisi-posisi al-Hashd al-Sha'bi di sejumlah wilayah Irak, termasuk Provinsi Basra, Wasit, Kirkuk, dan Diyala.
Serangan tersebut dilakukan dengan dalih adanya serangan drone terhadap fasilitas minyak di wilayah timur Arab Saudi, sebuah klaim yang sebelumnya telah dibantah oleh Perlawanan Islam Irak yang menyatakan tidak melakukan serangan dari wilayah Irak terhadap negara-negara lain, termasuk Arab Saudi.