Skandal baru Zionis; Bukannya Minta Maaf, Israel Malah Cabut Kewarganegaraan Sutradaranya
Pars Today - Rezim Zionis yang dipermalukan di Festival Venesia dengan film dokumenter Naza dan pengungkapan penggunaan kecerdasan buatan dalam genosida Gaza, kali ini alih-alih menjawab tuduhan tersebut, malah menuntut pencabutan kewarganegaraan dua pembuat film dan menuduh mereka melakukan "pengkhianatan".
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita Mehr, film dokumenter Naza karya Yuval Abraham dan Rachel Szor meraih Penghargaan Khusus Dewan Juri Festival Film Venesia 2026. Dokumenter ini berfokus pada penggunaan penargetan berbantuan kecerdasan buatan oleh militer rezim Zionis di Gaza dan membenarkan genosida warga Palestina oleh rezim tersebut.
Setelah itu, Miki Zohar, Menteri Kebudayaan dan Olahraga rezim Zionis, di platform X mengumumkan: "Saya akan segera mengambil tindakan untuk mencabut kewarganegaraan Israel Yuval Abraham dan Rachel Szor." Ia menuduh para pembuat film tersebut melakukan pengkhianatan karena menggambarkan penggunaan kecerdasan buatan oleh rezim Zionis dalam operasi militer di Gaza.
Pernyataan Zohar dipublikasikan secara luas oleh media-media Zionis termasuk Haaretz dan Times of Israel.
Organisasi-organisasi internasional termasuk Human Rights Watch dan Akademi Film Eropa mengkritik permintaan Zohar dan menilainya sebagai ancaman internal terhadap kebebasan berekspresi. Rezim Zionis mengklaim bahwa pertimbangan keamanan nasional harus diseimbangkan dengan kebebasan artistik. Kasus ini masih dalam proses peninjauan. (MF)