Faisal bin Farhan: Kedaulatan Arab Saudi Tak Bisa Diganggu Gugat
-
Faisal bin Farhan, Menteri Luar Negeri Arab Saudi
Pars Today - Menteri Luar Negeri Arab Saudi, menyusul penargetan pipa minyak Timur ke Barat negaranya akibat serangan drone, merujuk pada komitmen negaranya dan Dewan Kerja Sama Teluk Persia yang tak tergoyahkan terhadap keamanan dan stabilitas kawasan.
Melansir ISNA, Senin, 14 September 2026, Faisal bin Farhan, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, dalam sela-sela kehadirannya di KTT BRICS yang digelar di New Delhi, ibu kota India, menegaskan bahwa kedaulatan wilayah Arab Saudi tidak dapat diganggu gugat dan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk Persia tidak akan mentoleransi segala bentuk penargetan wilayah atau fasilitas mereka, terlepas dari dalih atau pembenaran apa pun.
Dalam kaitan ini, Menlu Saudi menekankan pentingnya pelayaran yang berkelanjutan di Selat Hormuz dan jalur pelayaran lainnya, dan menyatakan bahwa stabilitas jalur-jalur pelayaran ini secara langsung terkait dengan keamanan energi dan perdagangan internasional.
Ia menambahkan bahwa setiap gangguan pada jalur-jalur ini akan memiliki konsekuensi yang melampaui kawasan dan akan memengaruhi seluruh ekonomi global.
Faisal bin Farhan menyatakan keinginan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk Persia untuk memperkuat kerja sama bersama dengan berbagai pihak dalam rangka menjamin keamanan jalur pelayaran dan melindungi kepentingan vital semua pihak.
Hari Jumat (11/9), Arab Saudi mengumumkan bahwa pipa yang membentang dari ladang minyak besar di timur ke Laut Merah di barat ditutup akibat serangan drone yang diklaim berasal dari Irak. Pejabat regional baru-baru ini kepada kantor berita Associated Press mengatakan bahwa Ansarullah membantu kelompok-kelompok Irak dalam melakukan serangan ini.
Serangan Ansarullah menyebabkan penurunan drastis ekspor minyak Saudi ke Asia, di mana menurut data Pusat Pemantauan Kepler, dari sekitar 3,4 juta barel per hari pada Juni menjadi hanya 128 ribu barel pada Agustus, meskipun pada bulan ini telah sedikit meningkat menjadi 700 ribu barel.
"Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan, menegaskan bahwa kedaulatan wilayah Arab Saudi tidak dapat diganggu gugat dan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk Persia (PGCC) tidak akan mentoleransi penargetan wilayah atau fasilitas mereka dengan dalih apa pun. Pernyataan ini muncul setelah pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi ditutup akibat serangan drone yang diklaim berasal dari Irak, dengan dugaan bantuan Ansarullah. Bin Farhan juga menekankan pentingnya pelayaran berkelanjutan di Selat Hormuz dan jalur laut lainnya, yang stabilitasnya terkait langsung dengan keamanan energi dan perdagangan global."(Sail)