NAZA: Dokumenter Kejahatan Gaza yang Mendunia
-
Film NAZA
ParsToday - Dokumenter "NAZA" setelah penayangan perdana di Festival Film Internasional "Venesia" dan menerima Penghargaan Khusus Dewan Juri, menjadi salah satu karya sinematik paling banyak dibicarakan pada tahun 2026; sebuah film yang dengan narasi dari dalam struktur militer dan intelijen rezim Zionis mengungkap cara operasi kriminal dalam perang Gaza untuk menargetkan warga sipil dan mendapat liputan global.
Menurut laporan ParsToday yang dikutip dari IRNA, "NAZA" adalah dokumenter berdurasi 80 menit yang merupakan hasil kerja rahasia selama sekitar tiga tahun oleh "Yuval Abraham" dan "Rachel Szor", dua pembuat film Israel. Para pembuat film berbicara dengan 24 perwira dan personel militer Zionis, terutama pasukan yang berada dalam struktur intelijen dan terkait dengan identifikasi sasaran. Wawancara-wawancara ini sebagian besar dilakukan secara rahasia dan pada malam hari di atas atap-atap Tel Aviv dan identitas sumber tidak diungkapkan untuk menjaga keamanan mereka.
Film ini di samping menyajikan gambar-gambar kehancuran dan konsekuensi perang Gaza, berupaya mengkaji mekanisme di balik operasi militer dari pengumpulan informasi dan identifikasi individu serta bangunan hingga penentuan sasaran dan penerbitan izin serangan.
Salah satu poros utama "NAZA" adalah penggunaan teknologi canggih dan sistem kecerdasan buatan oleh tentara rezim Zionis untuk genosida di Gaza. Dalam narasi film, data luas termasuk informasi telepon seluler dan data komunikasi lainnya, digunakan untuk mengidentifikasi individu dan bangunan yang dituju.
"NAZA"; istilah untuk "kerusakan sampingan"
Judul film diambil dari istilah Ibrani "נז״א" (NAZA) yang merupakan singkatan dari frasa "נזק אגבי" yang berarti "kerusakan sampingan dan turunan"; istilah militer untuk merujuk pada kemungkinan korban sipil selama serangan terhadap sasaran militer.
Dokumenter ini menjadikan istilah tersebut sebagai poros utama narasinya dan menunjukkan bahwa dalam beberapa operasi, jumlah warga sipil yang mungkin tewas diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan.
Berdasarkan kesaksian-kesaksian yang disajikan dalam film, tingkat korban sipil yang diterima dalam berbagai operasi tidak sama dan dalam beberapa kasus mencapai puluhan, ratusan, bahkan 500 orang. (MF)