Araghchi: "Gencatan Senjata Tak Sempurna Tanpa Penarikan Israel dari Lebanon"
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191632-araghchi_gencatan_senjata_tak_sempurna_tanpa_penarikan_israel_dari_lebanon
Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, dalam pertemuan dengan para duta besar, kuasa usaha, dan kepala perwakilan asing dan internasional yang bermarkas di Tehran, mengatakan, "Penghentian perang di Lebanon adalah bagian yang tidak terpisahkan dari penghentian perang secara total. Penghentian perang juga mencakup penghentian pendudukan."
(last modified 2026-06-16T17:11:36+00:00 )
Jun 17, 2026 00:10 Asia/Jakarta
  • Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran
    Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran

Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, dalam pertemuan dengan para duta besar, kuasa usaha, dan kepala perwakilan asing dan internasional yang bermarkas di Tehran, mengatakan, "Penghentian perang di Lebanon adalah bagian yang tidak terpisahkan dari penghentian perang secara total. Penghentian perang juga mencakup penghentian pendudukan."

Melansir IRNA, 16 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, dalam pertemuan dengan para duta besar, kuasa usaha, dan kepala perwakilan asing dan internasional yang bermarkas di Tehran, mengatakan:

"Sebagaimana Anda ketahui, karena masalah-masalah yang timbul dalam mencapai kesepakatan antara kami dan Amerika, yang disebabkan oleh agresi kriminal Amerika dan rezim Zionis terhadap Iran, kami akhirnya memutuskan untuk membagi negosiasi menjadi dua tahap."

Araghchi menambahkan, "Pada tahap pertama, kami akan bernegosiasi tentang masalah penghentian perang, Selat Hormuz, blokade laut, dan isu-isu terkait rekonstruksi serta hal-hal serupa, untuk mencapai nota kesepahaman (MoU). Setelah itu, negosiasi akan berlanjut selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan final. Dalam kesepakatan final, masalah nuklir dan pencabutan sanksi akan diputuskan, dan kami akan mencapai kesimpulan akhir."

Menteri Luar Negeri Iran menegaskan, "Ini adalah jalur kami dalam negosiasi. Setelah tiga bulan negosiasi, yang dimulai sejak awal perang dan berlanjut hingga 25 Khordad (15/6), kami akhirnya berhasil menyelesaikan tahap pertama."

Araghchi menyatakan, "Pada tahap pertama, hal terpenting yang terjadi adalah deklarasi penghentian perang. Berdasarkan keputusan yang kami ambil, sejak pagi hari Senin (15/6) ketika kesepakatan tercapai, penghentian perang telah dideklarasikan. Namun, implementasi resmi MoU ini akan dimulai pada hari Jumat (19/6)."

Menlu Iran menyatakan, "Penghentian perang di Lebanon adalah bagian yang tidak terpisahkan dari penghentian perang secara total. Penghentian perang juga mencakup penghentian pendudukan. Tanpa penarikan pasukan Israel dari wilayah yang mereka duduki selama perang ini, penghentian perang belum lengkap."

Araghchi menegaskan, "Tentunya, setiap serangan militer rezim Zionis terhadap Lebanon mulai sekarang, serta kelanjutan pendudukan wilayah Lebanon, akan dianggap oleh kami sebagai pelanggaran nota kesepahaman (MoU)."

Pernyataan Araghchi ini adalah penegasan "batas merah" yang sangat jelas bagi Israel. Ia tidak hanya mengulangi klausul MoU tentang Lebanon, ia menambahkan dimensi baru, "Penghentian perang mencakup penghentian pendudukan."

Ini berarti bahwa Iran tidak akan menganggap perang benar-benar berakhir selama pasukan Israel masih berada di wilayah Lebanon yang didudukinya selama konflik. Dengan kata lain, Israel tidak bisa hanya "berhenti menembak", mereka juga harus menarik semua pasukan dari Lebanon selatan.

Ini adalah tuntutan yang sangat berat bagi Israel. Jika mereka setuju, itu berarti mereka mengakui bahwa invasi mereka ke Lebanon gagal mencapai tujuannya. Jika mereka tidak setuju, maka Iran akan menganggap MoU dilanggar, yang bisa memicu kembali konflik.(Sail)