Anggota Kongres AS Khawatirkan Dampak Menipisnya Rudal Amerika Hadapi Iran
Anggota Kongres AS menilai berkurangnya rudal pencegat menunjukkan "ketidakseimbangan" dalam menghadapi Iran.
Menurut Pars Today yang mengutip kantor berita IRIB, Ted Lieu, anggota Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, menanggapi berkurangnya jumlah rudal pencegat Amerika dengan mengatakan bahwa hal tersebut menunjukkan adanya "ketidakseimbangan" dalam menghadapi Iran.
Dalam unggahannya di platform X pada Kamis malam, anggota Kongres dari negara bagian California itu menulis:"Pentagon selalu mengadakan latihan perang. Bagaimana mungkin mereka tidak menyadari bahwa persediaan amunisi Amerika akan habis?"
Ia menambahkan bahwa sebelum perang, Amerika Serikat memiliki sekitar 452 sistem THAAD dan 2.700 rudal Patriot. Sementara itu, Iran disebut memiliki sekitar 3.000 rudal balistik dan lebih dari 50.000 drone. Menurutnya, "ketidakseimbangan" tersebut sangat jelas terlihat.
Kritik dan pengakuan ini muncul setelah jaringan berita CNN melaporkan bahwa militer Amerika Serikat dalam perang melawan Iran telah menggunakan sekitar 80 persen rudal pencegat pentingnya.
Menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, militer AS telah menggunakan hampir empat perlima dari persediaan rudal sistem THAAD dan sekitar setengah dari rudal pencegat Patriot sejak dimulainya perang.
Menurut salah satu pejabat yang mengetahui situasi tersebut, militer Amerika juga telah menggunakan "hampir seluruh" persenjataan jarak jauh berpresisi tinggi dan senjata permukaan-ke-udara selama konflik tersebut.
Kantor berita Reuters juga melaporkan bahwa Amerika Serikat, dalam operasi militernya terhadap Iran, telah menggunakan hampir seluruh rudal jarak jauh berpresisi tinggi yang dimilikinya.