Baghaei: Kanselir Jerman Tidak Dapat Mendukung Perang Sekaligus Menjadi Pahlawan Perdamaian
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan: Kanselir Jerman tidak dapat mendukung perang dan kejahatan, sekaligus memperkenalkan dirinya sebagai pahlawan perdamaian dan guru moral.
Menurut Pars Today yang mengutip kantor berita Mehr, Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, pada Rabu dalam sebuah pesan di salah satu jejaring sosial, menanggapi klaim dan tuduhan Kanselir Jerman terhadap Iran, menulis: Kanselir Jerman berbicara tentang “perang” Iran, “program nuklir militer” Iran, dan “proksi-proksi” Iran.
Ia menambahkan: Ini adalah narasi yang sepenuhnya terdistorsi. Amerika Serikat dan rezim Zionislah, bukan Iran, yang memulai perang agresi. Jerman bahkan tidak memiliki keberanian moral minimum yang diperlukan untuk mengutuk tindakan agresi tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran itu selanjutnya menegaskan dalam pesannya: Orang-orang yang disebut Berlin sebagai “proksi” adalah aktor-aktor independen dengan cita-cita dan perhitungan mereka sendiri yang jelas. Mereka berjuang demi hak menentukan nasib sendiri, kebebasan, dan martabat melawan pendudukan dan ekspansionisme. Iran tidak memiliki program nuklir “militer”, meskipun kebohongan besar buatan Israel ini diulang berkali-kali.
Baghaei menegaskan: Kawasan kami tidak seharusnya membayar harga atas rasa bersalah Jerman atau kebiasaannya tunduk kepada para penindas. Jerman tidak dapat secara terbuka mendukung “pekerjaan kotor” lalu memperkenalkan dirinya sebagai pahlawan perdamaian dan guru moral.