Ghalibaf: Jauh dari Tampilannya, AS Lebih Rentan dan Berisiko Tinggi
Ketua Parlemen Iran menyatakan: "Imperium Amerika secara lahiriah memamerkan hegemoni dan kekuatan superiornya, namun pada kenyataannya, ia sepenuhnya rentan dan berada dalam risiko."
Menurut Pars Today, yang mengutip Kantor Berita IRIB, raksasa perbankan JPMorgan baru-baru ini membuka laporan prakiraan pasar minyak mingguan mereka dengan pernyataan tak terduga: "Untuk pertama kalinya sejak konflik dengan Iran bermula, kami tidak memiliki skenario dasar . Kami benar-benar tidak tahu bagaimana memodelkan atau memprediksi hasil akhir dari situasi ini."
Menanggapi sikap yang belum pernah terjadi sebelumnya dari para analis pasar keuangan utama ini, Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, menulis di akun pribadi X (sebelumnya Twitter) miliknya: "Situasi ini persis seperti paradoks Schrödinger: imperium Amerika ibarat lemari Schrödinger yang berisi piring-piring yang sedang jatuh; dari luar, ia menampilkan hegemoni dan kekuatan superiornya, namun kenyataannya, ia sangat rentan dan berisiko, berusaha mencekik Iran tanpa harus menanggung konsekuensi atau biaya apa pun—sesuatu yang mustahil."
Ia lebih lanjut menulis: "Babak akhir ini tidak dapat diprediksi atau disimulasikan oleh model apa pun. Pintu lemari itu pada akhirnya akan terbuka, dan Iran sudah memegang gagangnya, mengendalikan situasi."
Dalam cuitan tersebut, Ghalibaf merujuk pada meme internet terkenal "piring Schrödinger"—sebuah gambar yang memperlihatkan piring-piring yang tampak utuh namun berada di ambang kehancuran setiap saat—untuk menggambarkan posisi Amerika yang rapuh dan rentan di kawasan tersebut.