Jenderal Abdollahi: "Dunia Akan Segera Mendengar Gema Kemenangan Iran"
-
Mayjen Ali Abdollahi, Komandan Markas Besar Khatam Al-Anbiya Republik Islam Iran
Pars Today - Komandan Markas Besar Khatam Al-Anbiya Republik Islam Iran menyatakan bahwa kehadiran kokoh bangsa Iran di medan perang merupakan tulang punggung kuat angkatan bersenjata, dan mengatakan, "Dunia akan segera mendengar gema kemenangan Iran dan rakyat Iran, serta kemenangan perlawanan atas musuh agresor dan teroris."
Melansir IRNA, 13 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa Mayjen Ali Abdollahi, Komandan Markas Besar Khatam Al-Anbiya Republik Islam Iran, dalam sebuah pernyataan menyatakan:
"Musuh yang pengecut dan buas membayangkan bahwa dengan membunuh secara fisik para pemikir militer Iran, mereka dapat menciptakan keretakan dalam tekad pertahanan Iran. Namun mereka lupa bahwa setiap pejuang dan pembela tanah air yang terhormat di seluruh perbatasan laut, darat, dan udara, dengan semangat 'Kami Bisa' dan memanfaatkan peralatan canggih buatan dalam negeri, adalah perwujudan dari pencegahan aktif dan kebanggaan nasional Iran."
Mayjen Ali Abdollahi menambahkan, "Tak diragukan lagi, bangsa Iran yang setia dan berterima kasih, dengan meneladani jalan hidup syuhada keperkasaan Republik Islam Iran dan di bawah bimbingan serta arahan penerus sah Imam Syahid, Pemimpin Besar Revolusi Islam dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei, sebagaimana biasa, akan terus berdiri kokoh di medan perang sebagai tulang punggung kuat angkatan bersenjata dalam menghadapi ancaman musuh, terutama dalam kondisi kritis Perang Paksa Ketiga (yang dilancarkan oleh) koalisi Amerika-Zionis. Dan dengan karunia Allah, dunia akan segera mendengar gema kemenangan Iran dan rakyat Iran, serta kemenangan perlawanan atas musuh agresor dan teroris di seluruh penjuru dunia."
Ada dua frasa kunci yang sengaja ditekankan di sini: "Kami Bisa" — mirip dengan kampanye "Yes, We Can", dan "Perang Paksa Ketiga". Penggunaan "Perang Paksa Ketiga" resmi menandakan bahwa aparat keamanan Iran menganggap konflik ini setara dengan Perang Iran-Irak (Pertama) dan Perang 12 Hari tahun lalu (Kedua). Ini adalah mobilisasi skala penuh.
Pernyataan "Dunia akan segera mendengar gema kemenangan" ini bukan sekadar propaganda. Ini sinyal kepada audiens domestik bahwa "kemenangan sudah di depan mata", sebuah narasi penting untuk menjaga moral publik di tengah tekanan ekonomi dan korban perang.(Sail)