Taj: Misi Kami Hadir di Piala Dunia dengan Nama "Minab 168"
-
Mehdi Taj, Presiden Federasi Sepak Bola Iran
Pars Today - Mehdi Taj, di sela-sela latihan hari Minggu (14/6), dalam wawancara dengan wartawan media internasional tentang persiapan tim di Meksiko (bukan Amerika Serikat), menjawab pertanyaan wartawan Reuters, "Pertama-tama, saya harus berterima kasih kepada Anda karena telah hadir di latihan tim nasional Iran."
"Saya juga mengucapkan terima kasih khusus kepada Presiden, wakilnya, dan rakyat Meksiko yang telah memberikan segala bentuk kerja sama kepada tim kami. Tentu saja, saya juga memiliki keluhan terhadap tuan rumah Piala Dunia lainnya yang setidaknya untuk Iran, tidak mematuhi salah satu protokol internasional dan kompetisi Piala Dunia," tambahnya.
Melansir IRNA, 14 Juni 2026, menjawab pertanyaan wartawan New York Times tentang lambang "Minab 168" di pakaiannya, ia menyatakan, "Semua tahu bahwa 168 anak yang sedang bersekolah, yang semuanya berusia di bawah 9 atau 10 tahun, tanpa pendahuluan atau diskusi sebelumnya, sementara negara kami sedang bernegosiasi, tiba-tiba dan dalam kondisi sedang berada di kelas belajar, menjadi target pemboman dan semuanya gugur syahid. Dari seorang anak laki-laki bernama Makan Naseri, hanya sepasang sepatu yang tersisa dan tidak ada jejak lain yang ditemukan darinya. Misi kami adalah agar tim kami berpartisipasi dalam Piala Dunia dengan nama 'Minab 168'."
Presiden Federasi Sepak Bola Iran, mengenai fakta bahwa tampaknya beberapa orang akan memasuki stadion SOFI Los Angeles dengan membawa bendera rezim sebelumnya, dan Menteri Olahraga Iran juga telah mengumumkan bahwa kapan pun hal ini dilakukan, para pemain kami akan menghentikan pertandingan dan keluar dari lapangan, kepada televisi Belgia mengatakan, "FIFA memiliki tanggung jawab terkait pelaksanaan protokol. Tentu saja, pemerintah Amerika Serikat tidak terlalu mematuhi protokol ini, dan salah satunya adalah bahwa bendera resmi negara harus ada di stadion. Kami juga telah mengumumkan bendera resmi negara kami kepada FIFA. FIFA sedang berusaha dan telah memiliki kerja sama yang sangat baik untuk menyelesaikan masalah."
Taj, mengenai pernyataan Presiden Amerika Serikat yang tampaknya akan ada kesepakatan antara kedua negara hari ini, dan apakah hal ini akan berdampak pada aktivitas tim nasional Iran di Piala Dunia, menyatakan, "Tim kami datang ke sini untuk sepak bola dan seluruh fokusnya adalah pada sepak bola. Persiapan terbaik telah dilihat untuk tim dan kondisi yang baik telah disediakan untuknya. Kami menyambut setiap jenis kesepakatan yang menguntungkan kepentingan negara kami dan sejalan dengan perdamaian, tetapi fokus tim nasional saat ini adalah pada pertandingan yang akan datang."
Pernyataan Taj ini membawa dimensi yang jauh melampaui sepak bola. Lambang "Minab 168" di bajunya bukan sekadar simbol, ia adalah pengingat bahwa di tengah pesta olahraga global, ada tragedi kemanusiaan yang belum selesai. Kisah Makan Naseri, yang hanya meninggalkan sepasang sepatu, adalah salah satu detail paling memilukan yang pernah diucapkan di podium Piala Dunia. Dan ancaman walkout jika bendera rezim Pahlavi muncul di stadion adalah pernyataan politik yang jelas: Iran tidak akan membiarkan simbol masa lalunya "mengklaim" kehadiran mereka di tanah Amerika. Ini bukan lagi tentang sepak bola, ini tentang narasi, memori, dan siapa yang berhak mendefinisikan identitas Iran di panggung dunia.(Sail)