Menuju Pendidikan Tinggi Global; Iran-Indonesia Sepakati Kerja Sama STEM
https://parstoday.ir/id/news/iran-i194586-menuju_pendidikan_tinggi_global_iran_indonesia_sepakati_kerja_sama_stem
Pars Today - Republik Islam Iran dan Republik Indonesia telah sepakat untuk memperluas pertukaran beasiswa, dosen, dan mahasiswa, melaksanakan program bersama di bidang STEM, serta melakukan penelitian bersama.
(last modified 2026-08-09T05:10:46+00:00 )
Aug 09, 2026 12:06 Asia/Jakarta
  • Masoud Shams-Bakhsh, Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Teknologi Iran dan Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Teknologi Indonesia
    Masoud Shams-Bakhsh, Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Teknologi Iran dan Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Teknologi Indonesia

Pars Today - Republik Islam Iran dan Republik Indonesia telah sepakat untuk memperluas pertukaran beasiswa, dosen, dan mahasiswa, melaksanakan program bersama di bidang STEM, serta melakukan penelitian bersama.

Sebagaimana dilaporkan ISNA, Sabtu, 8 Agustus 2026, di sela-sela Pertemuan ke-13 Menteri Pendidikan negara-negara anggota BRICS di Bhubaneswar, India, Masoud Shams-Bakhsh, Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Teknologi Iran, bertemu dan berdialog dengan Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Teknologi Indonesia.

Di awal pertemuan, Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Teknologi Indonesia, dengan mengapresiasi kesempatan yang diberikan oleh delegasi Republik Islam Iran untuk dialog bilateral di sela-sela KTT BRICS, menyatakan kegembiraannya atas pertemuan ini. Ia memperkenalkan potensi dan minat Indonesia di bidang STEM untuk kerja sama dalam proyek bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa di tingkat pascasarjana, peluang studi, dan program jangka pendek.

Selanjutnya, Masoud Shams-Bakhsh, Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Teknologi Iran, dengan berterima kasih kepada Menteri Pendidikan Tinggi Indonesia, menyatakan bahwa hubungan antara Republik Islam Iran dan Republik Indonesia melampaui keanggotaan bersama dalam kelompok ini, dan menganggap ikatan budaya, sejarah, dan agama yang telah lama terjalin sebagai fondasi alami dan berkelanjutan untuk memperluas kerja sama pendidikan antara kedua negara.

Ia menyatakan bahwa tujuan Republik Islam Iran dalam dialog ini adalah untuk membentuk kerja sama yang praktis, saling menguntungkan, dan bernilai tambah bagi kedua negara. Menteri Pendidikan Tinggi Indonesia juga mengundangnya dan Hossein Simaee Sarraf, Menteri Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Teknologi Iran, untuk melakukan kunjungan resmi ke Indonesia.

Kedua pihak juga bertukar pandangan tentang berbagai bidang, termasuk perluasan pertukaran beasiswa di tingkat pascasarjana, pertukaran dosen dan mahasiswa, program bersama di bidang STEM, penelitian bersama di bidang seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, energi terbarukan, pertanian, dan kemungkinan memperkenalkan serta menghubungkan lebih banyak universitas Iran ke Jaringan Universitas BRICS, dengan memanfaatkan pengalaman terbaru Indonesia di bidang ini. Mereka menyatakan keinginan untuk menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama bersama sesegera mungkin, dan berkomitmen untuk melaksanakan hal-hal yang telah dibahas.

Dalam pertemuan ini, Shahiki, Wakil Menteri Teknologi dan Inovasi, dan Tabavar, Atase Ilmiah Republik Islam Iran di anak benua India, juga hadir.(Sail)