Jubir Artesh Iran: Tatanan Iran yang Berlaku di Selat Hormuz
Juru bicara Artesh atau pasukan reguler Iran menegaskan bahwa tatanan Iran yang berlaku di Selat Hormuz tidak dapat dibalikkan, dan mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak punya pilihan selain menerima situasi yang ada. Jika tidak, Amerika akan menanggung biaya yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Menurut Pars Today, mengutip IRNA, Brigadir Jenderal Mohammad Akrami-Nia pada Sabtu malam mengatakan bahwa kehadiran rakyat Iran yang penuh semangat dan heroik di jalan-jalan tidak hanya meningkatkan semangat dan motivasi para pejuang angkatan bersenjata untuk membela Iran, tetapi juga secara signifikan meningkatkan rasa tanggung jawab personel angkatan bersenjata, hingga para pembela negara berdiri sampai napas terakhir dan rela mengorbankan nyawa demi mempertahankan keamanan dan martabat nasional.
Juru bicara Artesh Iran menegaskan bahwa perlawanan rakyat Iran terhadap Amerika Serikat telah meningkatkan posisi Iran di antara masyarakat merdeka dan pencinta kebebasan di dunia. Saat ini, rakyat Iran dikenal di dunia sebagai bangsa yang tangguh, berwawasan, dan berani.
Brigadir Jenderal Akrami-Nia mengatakan bahwa saat ini musuh tidak memiliki strategi yang dapat menyelamatkan mereka dalam menghadapi rakyat Iran. Ia menambahkan bahwa kemarahan dan perselisihan di antara para pejabat Amerika, pernyataan mereka yang saling bertentangan, serta ancaman-ancaman kosong menunjukkan keputusasaan dan ketidakberdayaan mereka dalam perang melawan Iran.
Dalam bagian lain pernyataannya, ia menyinggung kondisi Selat Hormuz dan menegaskan bahwa saat ini tatanan Iran berlaku di Selat Hormuz dan angkatan bersenjata Republik Islam Iran berdiri teguh hingga tatanan tersebut sepenuhnya terkonsolidasi. Menurutnya, angkatan bersenjata dalam menjalankan hal ini memiliki motivasi dan tekad yang kuat sekaligus kemampuan pertahanan yang diperlukan.
Ia kemudian menegaskan keteguhan angkatan bersenjata, khususnya Artesh Republik Islam Iran yang gagah berani, dan mengingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran telah membuktikan bahwa mereka akan berkorban hingga napas terakhir dalam membela Iran tercinta dan Republik Islam Iran.