Setetes Darah, Sejuta Harapan: Merayakan Para Pahlawan Senyap
-
Donor darah
Pars Today - Tanggal 14 Juni (24 Khordad), Hari Donor Darah Sedunia, adalah momen untuk menghargai manusia-manusia yang tanpa hiruk-pikuk dan tanpa pamrih, menghadiahkan sebagian dari diri mereka untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Donor darah bukan sekadar tindakan medis, melainkan perwujudan empati dan tanggung jawab sosial yang setiap tahun menyelamatkan jutaan jiwa pasien di seluruh dunia.
Melansir IRNA, 14 Juni 2026, terkadang kehidupan berjarak hanya beberapa tetes darah, beberapa tetes yang mengalir dari pembuluh darah seorang manusia dan menghidupkan kembali harapan di pembuluh darah manusia lainnya. Mungkin pendonor tidak akan pernah tahu ke mana darahnya mengalir, kepada seorang anak yang sudah berbulan-bulan berjuang melawan penyakit, kepada seorang ibu yang berdiri di antara hidup dan mati, atau kepada seorang pemuda yang setelah kecelakaan mendadak menantikan keajaiban. Namun justru ketidaktahuan inilah yang membuat ceritanya indah: bahwa manusia, tanpa meminta nama atau mengenal wajah, menghadiahkan sebagian dari dirinya untuk melanjutkan kehidupan orang lain.
Di dunia yang terkadang kabar-kabar pahit memudarkan harapan, donor darah adalah pengingat bahwa masih ada hati-hati yang berdetak, yang berkorban demi menyelamatkan orang lain. Darah adalah cairan vital yang hingga kini belum ditemukan pengganti buatannya, dan satu-satunya cara untuk mendapatkannya adalah melalui partisipasi manusia dalam donor sukarela. Oleh karena itu, pusat-pusat kesehatan dan rumah sakit selalu membutuhkan persediaan darah yang cukup dan aman untuk dapat memberikan layanan yang diperlukan kepada pasien.
Mengingat pentingnya isu ini, dunia menetapkan satu hari sebagai Hari Donor Darah Sedunia. Penetapan ini bermula dari tahun 2004, ketika pada 14 Juni tahun itu, atas inisiatif bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, Federasi Internasional Organisasi Donor Darah, dan Asosiasi Internasional Transfusi Darah, hari ini diperingati untuk pertama kalinya, dan sejak 2005 secara resmi tercatat dalam kalender kesehatan global.
Tanggal 14 Juni dipilih untuk menghormati hari ulang tahun Karl Landsteiner, dokter dan ilmuwan Austria, yang pada tahun 1901 berhasil menemukan golongan-golongan darah utama ABO, sebuah penemuan yang melahirkan revolusi besar dalam ilmu kedokteran dan transfusi darah, serta menyelamatkan jutaan nyawa manusia. Atas pencapaian besar ini, Landsteiner pada tahun 1930 menerima Hadiah Nobel Fisiologi dan Kedokteran.
Tujuan penetapan hari ini adalah meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya donor darah yang sehat dan sukarela, mendorong masyarakat untuk mendonorkan darah secara berkelanjutan, serta menghargai jutaan pendonor yang tanpa pamrih membantu menyelamatkan nyawa pasien. Hari ini adalah pengingat bahwa manusia, lebih dari yang mereka bayangkan, dapat memengaruhi takdir satu sama lain.
Hari Donor Darah Sedunia adalah hari untuk memuliakan hati-hati yang baik dan murah hati, hari untuk menghargai manusia-manusia yang memaknai kepahlawanan bukan dalam ketenaran, melainkan dalam pemberian kehidupan kepada orang lain.
Tentu dikatakan bahwa sejarah donor darah bermula puluhan tahun sebelum ilmuwan ini, karena tindakan ini pertama kali dilakukan pada abad ke-17, dan transfusi darah pertama dilakukan oleh seseorang bernama "Richard Lower". Namun secara keseluruhan, yang penting adalah esensi dan keindahan dari tindakan ini, bahwa manusia memainkan peran dalam memberikan kehidupan satu sama lain.
Donor darah dan produk-produk darah setiap tahun menyelamatkan jutaan nyawa di dunia. Tindakan ini dapat membantu pasien yang menderita kondisi mengancam jiwa untuk memiliki kehidupan yang lebih panjang dan berkualitas. Donor darah juga memainkan peran penting dalam perawatan ibu pasca-melahirkan, dan akses terhadap darah serta produk darah yang aman dan cukup dapat membantu mengurangi angka kematian dan kecacatan akibat pendarahan hebat saat dan setelah melahirkan.
Golongan darah dibagi menjadi delapan kategori, meliputi AB, B, A, dan O yang memiliki faktor Rh positif atau negatif. Di antaranya, orang dengan golongan darah O negatif dapat mendonorkan darah kepada semua orang di dunia.
Donor darah adalah proses yang cepat, mudah, dan aman, tetapi hanya sebagian kecil masyarakat yang mampu melakukannya. Dan dari mereka yang memenuhi syarat, hanya sekitar 10 persen yang mendonorkan darahnya. Karena donor darah adalah proses yang sepenuhnya sukarela, Hari Donor Darah Sedunia ingin mengingatkan individu-individu yang memenuhi syarat bahwa mereka dapat melakukan ini berulang kali.
Donor darah adalah isu global, dan memiliki sumber darah yang cukup di setiap negara adalah keharusan. Di Iran pun, Organisasi Transfusi Darah adalah satu-satunya lembaga yang bertanggung jawab atas pengumpulan, penyediaan, dan distribusi darah di negara ini.
Artikel ini menyingkap keindahan yang sering kita lupakan: bahwa dalam dunia yang semakin individualistik, masih ada jutaan manusia yang rela menusukkan jarum ke lengan mereka, bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk orang yang bahkan tidak mereka kenal. Ketidaktahuan tentang siapa yang akan menerima darah kita adalah bagian paling puitis dari donor darah.
Ia adalah bentuk kepercayaan paling murni: saya memberi, tanpa perlu tahu kepada siapa, karena saya percaya bahwa sistem akan mengantarkannya kepada mereka yang paling membutuhkan. Dalam beberapa tetes darah yang mengalir dari satu tubuh ke tubuh lain, ada koneksi manusia yang lebih purba dari bahasa apa pun, koneksi yang berkata: "Kita tidak sendirian. Kita saling menopang. Dan dalam kerentanan yang sama, kita menemukan kekuatan yang sama."(Sail)