Araghchi: "Kami Raih Kemenangan Strategis, Kini Waktunya Diplomasi Konsolidasi"
-
Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran
Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan, "Dalam perang terbaru melawan Amerika Serikat dan rezim Zionis, kami meraih kemenangan strategis. Namun hasil di medan perang akan dikukuhkan melalui negosiasi."
Melansir IRNA, 23 Juni 2026, ParsToday melaporkan bahwa Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, Jumat (12/6) malam hadir dalam program wawancara khusus di IRIB News dan mengatakan, "Medan perang dan diplomasi bergerak dalam satu arah. Tugas diplomasi adalah mengkonsolidasikan pencapaian di medan perang."
Araghchi menambahkan, "Pencapaian medan perang oleh angkatan bersenjata Iran akan dikukuhkan melalui diplomasi dan mendapatkan legitimasi internasional. Legitimasi ini akan diajukan di kancah internasional dan menjadi hak rakyat Iran."
Menlu Iran menegaskan, "Dunia mengenal rakyat Iran sebagai pahlawan dan simbol perlawanan. Selama 40 hari, Iran berdiri menghadapi kekuatan terbesar dunia secara lahiriah, dan di samping pasukan lain yang juga terlibat secara bersamaan, kami mampu bertahan. Kedua pihak memiliki perlengkapan tercanggih, termasuk senjata nuklir. Kami mencegah pihak lawan mencapai tujuannya, dan meraih kemenangan strategis yang besar. Wajar jika setelah kemenangan seperti ini, pengukuhannya melalui kesepakatan atau pemahaman bersama menjadi sebuah keharusan."
Menlu Iran memandang negosiasi dan diplomasi sebagai bagian dari medan perang, dan menambahkan, "Belum ada kesepakatan yang ditandatangani. Kemenangan rakyat Iran harus dikukuhkan."
Araghchi, merujuk pada Selat Hormuz sebagai salah satu alat pencegahan penting Iran saat ini, menyatakan, "Pengelolaan lalu lintas di Selat Hormuz tidak akan lagi seperti masa lalu. Iran dan Oman sedang dalam tahap akhir untuk mengumumkan mekanisme baru pengelolaan Selat Hormuz."
Menteri Luar Negeri Iran mengindikasikan bahwa pemahaman antara Iran dan Amerika Serikat disusun dalam bentuk paket 14 butir, dan mengatakan, "Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika akan dilakukan secara digital pada tahap awal. MoU kemungkinan akan ditandatangani dalam satu atau dua hari ke depan."
Araghchi menyebut pencabutan total blokade laut Amerika terhadap Iran sebagai butir pertama kesepakatan, dan menambahkan, "Aset-aset Iran yang dibekukan akan dibebaskan setelah nota kesepahaman ditandatangani."
Ini bukan sekadar "gencatan senjata", ini adalah klaim resmi kemenangan. Araghchi dengan sadar membangun narasi bahwa Iran keluar sebagai "satu-satunya pemenang" dari konfrontasi 40 hari ini. Rumusannya menarik: "Medan perang menciptakan kemenangan, diplomasi mengukuhkannya." Ini sinyal bahwa negosiasi berikutnya akan dimulai dari posisi tawar Iran yang, menurut mereka, sedang di puncak.(Sail)