Langit Akan Menyuguhkan Empat Fenomena dalam Sehari
https://parstoday.ir/id/news/world-i194676-langit_akan_menyuguhkan_empat_fenomena_dalam_sehari
Pars Today - Pada tanggal 12 Agustus, langit akan menyaksikan empat fenomena astronomi secara bersamaan, mulai dari deret enam planet hingga gerhana matahari total dan puncak hujan meteor Perseid.
(last modified 2026-08-10T07:30:51+00:00 )
Aug 10, 2026 14:28 Asia/Jakarta
  • Gerhana matahari
    Gerhana matahari

Pars Today - Pada tanggal 12 Agustus, langit akan menyaksikan empat fenomena astronomi secara bersamaan, mulai dari deret enam planet hingga gerhana matahari total dan puncak hujan meteor Perseid.

Melansir Fars News yang mengutip NDTV, Senin, 10 Agustus 2026, pada tanggal 12 Agustus 2026, langit akan menyaksikan empat fenomena astronomi yang terjadi dalam rentang waktu yang singkat. Mulai dari deret enam planet hingga gerhana matahari total dan puncak hujan meteor Perseid, hari ini akan menjadi salah satu hari yang paling signifikan bagi para pecinta langit malam.

Deret Enam Planet di Langit

Sebelum matahari terbit pada tanggal 12 Agustus, enam planet, Yupiter, Merkurius, Mars, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, akan terlihat di beberapa bagian langit dari timur hingga barat.

Beberapa planet seperti Mars dan Saturnus dapat dilihat dengan mata telanjang, tetapi untuk melihat planet-planet yang lebih jauh seperti Uranus dan Neptunus, sebaiknya gunakan teropong atau teleskop.

Istilah "deret planet" bukanlah istilah resmi dalam astronomi, dan lebih sering digunakan untuk menggambarkan saat ketika beberapa planet terlihat hampir di bagian langit yang sama dari sudut pandang pengamat di Bumi.

Gerhana Matahari Total

Pada hari yang sama, Bulan akan melintas di depan Matahari, menciptakan gerhana matahari total. Jalur tipis gerhana akan melintasi wilayah seperti Greenland, Islandia, dan Spanyol, dan para pengamat di wilayah ini akan menyaksikan langit menjadi gelap di tengah hari untuk waktu yang singkat.

Di sebagian besar wilayah Eropa, Afrika, dan Amerika Utara, gerhana matahari sebagian juga akan terlihat.

Gerhana matahari ini tidak akan terlihat di Iran. Rentang waktu peristiwa ini di Iran diperkirakan berlangsung dari sekitar pukul 21:45 WIB pada tanggal 12 Agustus hingga pukul 02:15 WIB dini hari tanggal 13 Agustus. Dengan demikian, selama periode tersebut, Matahari berada di bawah ufuk dan tidak mungkin untuk mengamatinya dari dalam negeri.

Bulan Baru; Langit Lebih Gelap dari Biasanya

Gerhana matahari total terjadi bersamaan dengan fase bulan baru. Pada fase ini, sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak menerima cahaya langsung dari Matahari, sehingga Bulan hampir tidak terlihat di langit malam.

Tidak adanya cahaya Bulan akan membuat langit malam lebih gelap, menciptakan kondisi yang sangat baik untuk mengamati objek-objek redup dan terutama meteor.

Puncak Hujan Meteor Perseid

Namun, ceritanya belum berakhir. Hujan meteor Perseid juga mencapai puncaknya pada hari yang sama.

Kegelapan langit karena bertepatan dengan bulan baru menciptakan kondisi yang sangat baik untuk menyaksikan meteor. Pada puncak hujan ini, dalam kondisi yang ideal, hingga sekitar 100 meteor per jam mungkin terlihat. Beberapa meteor ini juga dapat muncul sebagai bola api yang terang, meninggalkan jejak bercahaya di langit untuk beberapa saat.

Menurut laporan majalah BBC Sky at Night, waktu terbaik untuk menyaksikan hujan ini adalah pada jam-jam sebelum matahari terbit pada tanggal 12, 13, dan 14 Agustus.

Secara keseluruhan, terjadinya deret planet, gerhana matahari total, bulan baru, dan puncak hujan meteor Perseid dalam rentang waktu 24 jam menjadikan tanggal 12 Agustus sebagai salah satu hari paling menarik dalam kalender astronomi tahun ini.(Sail)