"Kami di Ambang Operasi Ofensif": Sinyal Tegas Garda Revolusi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i196584-kami_di_ambang_operasi_ofensif_sinyal_tegas_garda_revolusi
Pars Today - Komandan IRGC Tehran Bozorg mengatakan, "Kami telah melewati tahap konfrontasi defensif dan pertahanan udara, dan hari ini kami berada di ambang operasi-operasi ofensif."
(last modified 2026-09-10T08:11:23+00:00 )
Sep 10, 2026 15:08 Asia/Jakarta
  • Komandan IRGC Tehran Bozorg, Brigjen Hassan Hassanzadeh
    Komandan IRGC Tehran Bozorg, Brigjen Hassan Hassanzadeh

Pars Today - Komandan IRGC Tehran Bozorg mengatakan, "Kami telah melewati tahap konfrontasi defensif dan pertahanan udara, dan hari ini kami berada di ambang operasi-operasi ofensif."

Melansir kantor berita Mehr News, Kamis, 10 September 2026, Jenderal Hassan Hassanzadeh, dalam latihan para pejuang tim operasi khusus IRGC Hazrat Muhammad Rasulullah SAW, sambil mengenang para syuhadaPperang 12 Hari, Perang Ramadan, syuhada pertempuran Hormuz, dan semua syuhada Divisi 27 serta para komandan yang gugur, mengumumkan titik balik strategis IRGC Tehran Bozorg.

Ia dalam latihan ini dengan tegas menyatakan, "Kami telah melewati tahap konfrontasi defensif dan pertahanan udara, dan hari ini kami berada di ambang operasi-operasi ofensif; sebuah titik balik yang akan segera dirasakan dampaknya oleh para musuh."

Jenderal Hassanzadeh, merujuk pada ocehan musuh pada hari-hari awal Perang Paksa 12 Hari yang mengklaim runtuhnya sistem Republik Islam dalam beberapa hari, menambahkan, "Hari ini musuh-musuh yang sama, di depan mata dunia, terjebak di wilayah geografis terbatas seperti Teluk Persia dan Selat Hormuz, di tangan kuat Angkatan Laut dan Pasukan Dirgantara IRGC serta Artesh Republik Islam Iran (tentara reguler), dan melewati malam-malam mereka dengan stres dan kecemasan hingga pagi."

Komandan IRGC Tehran Bozorg, dengan menekankan bahwa kemenangan tidak diraih hanya dengan peralatan dan teknologi, mencatat, "Iman yang kokoh, keyakinan hati pada pertolongan Ilahi, serta mengikuti dan meneladani sekolah para syuhada seperti Syahid Hemmat, Motavasselian, Tangsiri, Bagheri, Rabbani, Mehrabi, Hajizadeh, Pakpour, dan Salami-lah yang menentukan nasib perang. Hari ini, alhamdulillah, di bidang teknologi rudal, drone, dan maritim pun kita telah mencapai titik yang membuat musuh gagal mencapai tujuannya."

Ia mengumumkan pengorganisasian tim, unit, dan divisi ofensif untuk operasi khusus dan kilat, dan menegaskan, "Hari ini kami siap hadir di titik mana pun di negara ini dengan kecepatan tinggi dan menghancurkan musuh dalam kondisi apa pun. Karena kapasitas transportasi cepat dan operasi khusus dan istimewa dalam beberapa tahun terakhir telah dicapai melalui latihan berulang, dan pendekatan ofensif ini membawa pesan jelas bagi para musuh."

Jenderal Hassanzadeh dalam bagian lain pidatonya, merujuk pada latihan besar 313 ribu orang "Janfada-ye Iran" [Pengorbanan Jiwa untuk Iran], dan mengatakan, "Pendaftaran rakyat di masjid-masjid, lapangan-lapangan, kantor-kantor, dan lingkungan-lingkungan sungguh tak tertandingi, dan pada 27 Shahrivar (18 September), dunia akan menyaksikan kehadiran terorganisir dan penuh wibawa rakyat yang rela berkorban, yang dengan perlawanan, keteguhan, dan daya tahan, telah membuat musuh bertekuk lutut. Latihan ini akan memamerkan kesiapan menyeluruh dan kehendak bangsa Iran dalam menghadapi dan bertempur melawan musuh yang berkhianat kepada dunia."

Dengan menyatakan bahwa orang-orang Amerika, Trump yang kriminal, dan Netanyahu yang terkutuk hari ini tidak dapat menjawab opini publik dan para elite mereka sendiri, ia menambahkan, "Mereka mengklaim telah menghancurkan angkatan bersenjata kami, tetapi hari ini Angkatan Bersenjata Republik Islam berdiri lebih perkasa dari sebelumnya di hadapan mereka. Mereka ingin merebut Selat Hormuz, tetapi hari ini kehendak bangsa Iran-lah yang mengelola jalur vital energi ini. Kekalahan berturut-turut mereka telah memaksa mereka untuk berbohong, tetapi kenyataan di lapangan berbeda."

Jenderal Hassanzadeh di akhir, dengan menekankan runtuhnya hegemoni Amerika oleh Iran-Islam di mata dunia, mencatat, "Hari ini dunia mengenal Iran-Islam sebagai Poros Perlawanan dan salah satu dari empat kekuatan penentu persamaan global. Selat Hormuz, kekuatan rakyat, dan kesiapan penuh para pejuang adalah sebagian dari komponen kekuatan kita, dan pada 27 Shahrivar, dunia akan menyaksikan sekilas dari keagungan ini."

"Jenderal Hassan Hassanzadeh, Komandan IRGC Tehran Bozorg, menyatakan bahwa IRGC telah melewati tahap defensif dan kini berada di ambang operasi ofensif. Ia mengumumkan pengorganisasian tim, unit, dan divisi ofensif untuk operasi khusus dan kilat, dengan kesiapan hadir di titik mana pun di Iran dengan cepat. Ia juga menyoroti latihan besar "Janfada-ye Iran" dengan 313 ribu peserta yang akan digelar pada 27 Shahrivar (18 September), sebagai demonstrasi kesiapan menyeluruh bangsa Iran. Hassanzadeh menegaskan bahwa AS, Trump, dan Netanyahu telah gagal, dan Iran kini dikenal sebagai Poros Perlawanan serta salah satu dari empat kekuatan penentu persamaan global."(Sail)