Pezeshkian: Ketahanan Ekonomi Tidak akan Berkelanjutan Tanpa Keamanan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i196706-pezeshkian_ketahanan_ekonomi_tidak_akan_berkelanjutan_tanpa_keamanan
Presiden Iran menegaskan bahwa BRICS saat ini bukan sekadar kerangka kerja sama antara sejumlah negara dengan perekonomian baru muncul.
(last modified 2026-09-13T09:59:06+00:00 )
Sep 13, 2026 17:40 Asia/Jakarta
  • Pezeshkian: Ketahanan Ekonomi Tidak akan Berkelanjutan Tanpa Keamanan

Presiden Iran menegaskan bahwa BRICS saat ini bukan sekadar kerangka kerja sama antara sejumlah negara dengan perekonomian baru muncul.

Ia menegaskan bahwa BRICS merupakan tanda meningkatnya tuntutan akan dunia yang lebih seimbang dan inklusif, di mana tidak ada satu pun pusat kekuatan yang berhak menentukan nasib pihak lain.

Menurut Pars Today, mengutip Kantor Berita IRIB, Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, dalam Pertemuan ke-18 KTT BRICS Plus dengan tema “Ketahanan, Kerja Sama dan Keberlanjutan: Membentuk Masa Depan bagi Pertumbuhan Global yang Inklusif”, mengatakan: Tidak ada negara yang mampu menyelesaikan tantangan dunia saat ini seorang diri. BRICS harus mengubah kapasitas yang tersebar di negara-negara Selatan Global menjadi kapasitas bersama. Dalam hal ini, posisi geopolitik serta kapasitas energi dan transit Republik Islam Iran dapat memainkan peran efektif dalam pengembangan jalur perdagangan dan energi di antara negara-negara anggota.

Dengan menyatakan bahwa ketahanan ekonomi tidak akan berkelanjutan tanpa keamanan, ia menegaskan: Perkembangan di kawasan kami, khususnya agresi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Republik Islam Iran, menunjukkan bahwa dampak serangan terhadap infrastruktur ekonomi, energi, dan pembangunan suatu negara dalam waktu singkat dapat melampaui perbatasan negara tersebut dan menimbulkan dampak regional serta global.

Pezeshkian menambahkan: Rakyat Iran telah membayar harga yang sangat mahal akibat agresi-agresi tersebut. Perempuan dan laki-laki, anak-anak dan warga sipil telah kehilangan nyawa, sementara infrastruktur yang dibangun selama beberapa dekade untuk pembangunan negara telah mengalami kerusakan. Peristiwa-peristiwa ini mengingatkan kita pada tanggung jawab besar masyarakat internasional untuk melindungi warga sipil dan mencegah normalisasi serangan terhadap sasaran sipil.

Ia selanjutnya mengatakan: Rakyat Gaza dan Lebanon juga masih menghadapi dampak kejahatan dan genosida. Tidak mungkin berbicara mengenai hukum internasional jika tidak ada respons internasional yang efektif terhadap agresi militer, pembunuhan manusia, dan penghancuran kehidupan mereka. Oleh karena itu, BRICS harus memainkan peran yang lebih efektif dalam membela kedaulatan nasional, integritas teritorial, dan larangan penggunaan kekuatan.

Pezeshkian menambahkan: BRICS saat ini bukan sekadar kerangka kerja sama antara sejumlah negara dengan perekonomian baru muncul, melainkan tanda meningkatnya tuntutan akan dunia yang lebih seimbang dan inklusif, di mana tidak ada satu pun pusat kekuatan yang berhak menentukan nasib pihak lain.

Ia pada akhir pernyataannya mengatakan: Republik Islam Iran siap menyediakan kapasitasnya bagi kerja sama BRICS dalam jalur ini. Ketahanan tidak akan bertahan tanpa kerja sama yang berkelanjutan, kerja sama tidak akan berkelanjutan tanpa keadilan, dan keberlanjutan tidak akan mungkin terwujud tanpa perdamaian dan keamanan. Mari kita jadikan BRICS sebagai wadah untuk mengubah prinsip-prinsip ini menjadi tindakan nyata. Masa depan di mana pertumbuhan, keamanan, dan pembangunan dapat terwujud bagi semua bukan hanya mungkin, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama terhadap generasi mendatang.