Polusi Udara Ancam Mata: Risiko Glaukoma Naik 70 Persen
-
Polusi udara
Pars Today - Hidup di wilayah dengan tingkat polusi udara yang lebih tinggi dapat meningkatkan secara signifikan kemungkinan terkena penyakit penglihatan seperti glaukoma dan katarak. Persoalan yang merupakan alarm serius bagi kesehatan publik.
Melansir ISNA, Senin, 14 September 2026, selama bertahun-tahun bukti ilmiah yang kuat dan beragam telah menunjukkan bahwa menghirup udara tercemar menimbulkan kerusakan yang tak dapat dipulihkan pada jantung dan paru-paru manusia. Namun, meskipun mata sebagai organ sensorik penting selalu dan secara langsung bersentuhan dengan lingkungan luar dan udara bebas, informasi dan bukti yang jauh lebih sedikit tersedia tentang dampak destruktif polusi udara terhadap kesehatannya.
Kebutuhan akan penelitian di bidang ini muncul karena penyakit seperti glaukoma dan katarak selalu dikenal sebagai penyakit akibat penuaan, seolah-olah penuaan adalah satu-satunya faktor penyebabnya. Namun pandangan ini tidak sepenuhnya lengkap, dan jika faktor lingkungan seperti polusi udara mempercepat laju perkembangan penyakit ini, pendekatan kita dalam pencegahan akan berubah dan kebutuhan akan tindakan serius untuk mengurangi risiko lingkungan menjadi berlipat ganda.
Dalam kaitan ini, Dr. Ahmed Al-Nabihi dari Rumah Sakit Spesialis dan Pusat Penelitian Mata King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, bersama rekan-rekannya melakukan penelitian komprehensif. Para peneliti ini mengkaji secara ilmiah dampak berbagai tingkat polusi udara terhadap peningkatan risiko terkena penyakit mata umum seperti glaukoma dan katarak.
Metode kerja para peneliti ini adalah tinjauan sistematis dan meta-analisis. Artinya, mereka mengumpulkan dan menggabungkan data yang tersedia dari 41 studi observasional terpisah. Data ini diambil dari status kesehatan jutaan orang di seluruh Asia Timur dan Inggris serta mencakup beberapa basis data kesehatan mata terbesar di dunia. Mereka membandingkan tingkat berbagai polutan termasuk partikel halus dan kasar, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, ozon, dan karbon monoksida dengan jumlah orang yang menderita glaukoma, katarak, dan degenerasi makula.
Temuan menunjukkan bahwa dengan meningkatnya partikel halus di udara, risiko terkena glaukoma meningkat tajam. Orang-orang yang tinggal di wilayah paling tercemar, hingga 70 persen lebih berisiko terkena glaukoma dibandingkan mereka yang tinggal di wilayah paling bersih. Juga terungkap bahwa orang-orang yang terpapar udara yang lebih tercemar terus-menerus menghadapi risiko lebih tinggi untuk terkena katarak, dan dengan meningkatnya tingkat polusi, risiko ini juga semakin besar.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, dengan setiap peningkatan signifikan dalam tingkat paparan polusi, risiko glaukoma meningkat sekitar 8 persen dan risiko katarak meningkat sekitar 4 persen. Dalam kajian ini, partikel sangat halus yang berasal dari asap kendaraan dan industri menunjukkan kaitan paling jelas dengan penyakit-penyakit ini, sementara bukti untuk polutan lain seperti gas nitrogen dioksida atau ozon lebih lemah dan tersebar.
Menurut para peneliti, partikel sangat halus di udara dapat menembus ke kedalaman tubuh dan menyebabkan peradangan serta stres oksidatif yang selama bertahun-tahun merusak saraf optik pada glaukoma atau lensa mata pada katarak. Permukaan luar mata, termasuk lapisan air mata, konjungtiva, dan kornea, tidak memiliki penghalang pelindung terhadap udara bebas dan secara langsung terpapar polutan ini. Katarak yang menyebabkan lensa menjadi keruh dan penglihatan kabur, adalah penyebab utama gangguan penglihatan di dunia dan menyerang 94 juta orang. Glaukoma yang merusak saraf optik juga menjadi penyebab hilangnya penglihatan 7,7 juta orang di dunia.
Hasil ini yang dipresentasikan dan dipublikasikan pada Kongres ke-44 Perhimpunan Ahli Bedah Katarak dan Refraktif Eropa (ESCRS), semakin memperjelas pentingnya pengembangan ruang hijau perkotaan dan kebijakan pengurangan lalu lintas untuk melindungi penglihatan.
"Sebuah studi meta-analisis dari 41 studi observasional yang mencakup jutaan orang di Asia Timur dan Inggris menemukan bahwa polusi udara, khususnya partikel halus (PM2.5) dari asap kendaraan dan industri, secara signifikan meningkatkan risiko glaukoma dan katarak. Orang yang tinggal di wilayah paling tercemar memiliki risiko glaukoma hingga 70% lebih tinggi dibandingkan wilayah paling bersih. Setiap peningkatan signifikan paparan polusi menaikkan risiko glaukoma ~8% dan katarak ~4%. Partikel halus menembus ke dalam tubuh, menyebabkan peradangan dan stres oksidatif yang merusak saraf optik (glaukoma) atau lensa mata (katarak)."(Sail)