AS Kehabisan Dokter: Negara Adidaya, Tapi Antrean Kesehatan Mengular
-
Amerika Serikat dan kekurangan dokter
Pars Today - Situs The Hill menulis, "Amerika berada di jalur menghadapi kekurangan sekitar 187 ribu dokter selama satu dekade ke depan, sebuah krisis yang menurut sebuah media Amerika, membahayakan keamanan nasional negara itu."
Melansir IRNA, Minggu, 13 September 2026, The Hill dengan merujuk pada kekurangan dokter di Amerika di masa depan menulis, "Hampir setengah dari kesenjangan besar ini terkait dengan sektor perawatan primer. Inilah kedokteran garis depan dan dasar yang membuat orang tidak perlu merujuk ke bagian gawat darurat."
Media ini menambahkan, "Negara yang menjadi pelopor dalam inovasi medis di dunia, menghadapi masa depan di mana menemukan dokter untuk pemeriksaan sederhana dan biasa mungkin seperti memenangkan undian."
Situs Amerika ini menambahkan, "Solusi biasa dan simplistis para pembuat kebijakan untuk krisis ini adalah menarik tenaga medis dari negara lain. Sistem kesehatan Amerika selama puluhan tahun memperlakukan fakultas kedokteran luar negeri seperti rantai pasok yang dialihdayakan, dan untuk mengatasi kekurangan tenaga di daerah pedesaan Kansas serta menutupi kekurangan klinik di daerah miskin perkotaan, mereka menarik dokter dari negara-negara berkembang."
Menurut media ini, memperlakukan negara-negara Selatan Global sebagai "ladang pembibitan talenta" untuk rumah sakit Amerika, secara moral bangkrut dan secara strategis picik. Berbeda dengan lingkungan pendidikan ketat di Amerika, fakultas kedokteran luar negeri sering beroperasi berdasarkan standar klinis yang sangat berbeda, dengan tingkat pendanaan yang lebih rendah dan pengawasan yang kadang meragukan. Upaya untuk menutupi kesenjangan struktural ini melalui verifikasi administratif dan longgar, membahayakan kontrol kualitas di seluruh sistem kesehatan.
Di tengah kekhawatiran kesehatan publik pada dekade 1970-an, para legislator Amerika membayangkan bahwa aliran talenta global akan berlanjut selamanya dan tidak akan pernah berhenti. Namun asumsi ini tidak lagi valid. Sebuah pandemi, konflik regional, atau perubahan mendadak dalam kebijakan imigrasi dapat menyebabkan ruang tunggu dokter di Amerika benar-benar kosong dari dokter. Negara dengan populasi 330 juta jiwa tidak dapat menyerahkan kelangsungan fisik warganya kepada suasana diplomatik negara-negara asing.
Dalam sebagian laporan ini diklaim bahwa setiap tahun ribuan mahasiswa Amerika yang berbakat dan sepenuhnya memenuhi syarat mendaftar untuk masuk fakultas kedokteran, tetapi tidak diterima. Mereka memiliki nilai yang diperlukan, motivasi, dan ambisi, tetapi menghadapi dinding bata yang dibangun oleh mekanisme akuntansi federal milik seperempat abad lalu. Amerika membangun sistem di mana ia menolak talentanya sendiri, lalu terkejut dengan kekurangan tenaga manusia.
Menyelesaikan masalah ini menuntut kita menganggap produksi dokter secara harfiah sebagai persoalan hidup dan mati. Kita menganggap mikrochip, baja, dan teknik kedirgantaraan sebagai infrastruktur vital domestik yang pengalihdayaannya dapat menimbulkan risiko keamanan nasional yang besar. Tubuh manusia, pada akhirnya, adalah infrastruktur vital terpenting, dan negara yang tidak mampu mengobati populasinya sendiri, secara inheren rentan.
Ketika sebuah patogen bermutasi atau krisis meluas terjadi, rantai pasok luar negeri dapat segera runtuh. Negara yang bergantung pada talenta asing untuk memenuhi kebutuhan tenaga perawatan kesehatan dasar, telah menciptakan target struktural besar terhadap ancaman.
The Hill di akhir menulis, "Negara adidaya yang mampu membelah atom dan mengirim manusia ke bulan, tidak boleh gagal dalam tugas sederhana mendidik cukup banyak dokter untuk merawat warganya sendiri. Pilihannya jelas: Amerika dapat bertindak sekarang, atau menyaksikan kekurangan yang dapat dicegah berubah menjadi krisis skala penuh dalam sistem kesehatan; krisis yang akan membiarkan jutaan orang menunggu layanan kesehatan tepat pada saat mereka paling membutuhkannya."
"The Hill melaporkan bahwa Amerika menghadapi kekurangan sekitar 187 ribu dokter dalam satu dekade ke depan, dengan hampir setengahnya di sektor perawatan primer. Krisis ini dinilai membahayakan keamanan nasional AS. Solusi simplistis dengan menarik dokter dari negara berkembang dikritik sebagai "bangkrut secara moral dan picik secara strategis" karena perbedaan standar klinis, pendanaan, dan pengawasan. AS juga menolak ribuan mahasiswa berbakatnya sendiri setiap tahun akibat mekanisme akuntansi federal yang sudah usang."(Sail)