Pezeshkian: Israel dan Pendukungnya Berupaya Memecah Belah Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i184828-pezeshkian_israel_dan_pendukungnya_berupaya_memecah_belah_iran
Presiden Republik Islam Iran mengatakan bahwa pengalaman terbaru menunjukkan bahwa rezim Zionis dan beberapa pendukung baratnya selalu berusaha memecah belah Iran.
(last modified 2026-01-31T09:37:43+00:00 )
Jan 31, 2026 19:33 Asia/Jakarta
  • Pezeshkian: Israel dan Pendukungnya Berupaya Memecah Belah Iran

Presiden Republik Islam Iran mengatakan bahwa pengalaman terbaru menunjukkan bahwa rezim Zionis dan beberapa pendukung baratnya selalu berusaha memecah belah Iran.

Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran, pada hari Sabtu menjelang awal Dekade Fajr yang suci, menghadiri peringatan ke-47 kemenangan Revolusi Islam bersama anggota kabinet di makam suci Imam Khomeini, pendiri Revolusi Islam.

Menurut Pars Today, Pezeshkian dalam upacara pembaruan janji anggota kabinet dengan cita-cita Imam Khomeini menekankan: pengalaman terbaru menunjukkan bahwa rezim Zionis dan beberapa pendukung baratnya selalu mencari cara untuk menimbulkan perpecahan dan memecah Iran, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengeksploitasi tuntutan sosial.

Pezeshkian menyinggung peristiwa yang terjadi selama protes baru-baru ini di Iran, dan menekankan bahwa mengubah protes sipil menjadi serangan terhadap pasukan militer dan perusakan fasilitas umum adalah tanda masuknya kelompok terorganisir dan berniat jahat; kelompok yang tujuannya bukan untuk menyampaikan tuntutan rakyat, tetapi untuk menimbulkan kebencian dan kekacauan.

Ia menambahkan bahwa tugas pasti pemerintah Iran adalah mendengar suara para pengunjuk rasa dan menanggapi kekhawatiran mereka yang nyata, dan kewaspadaan Imam Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, serta kesetiaan rakyat sejauh ini telah mencegah rencana musuh terlaksana.

Pezeshkian menyatakan bahwa dalam peristiwa baru-baru ini, Trump, Netanyahu, dan negara-negara Eropa semuanya berusaha memprovokasi dan menimbulkan perpecahan. Ia menegaskan bahwa sebagian orang tak bersalah ikut terlibat dan ditarik ke jalanan, dengan tujuan memecah negara, menimbulkan konflik dan kebencian di antara rakyat, serta menciptakan perpecahan.

Ia menekankan bahwa dalam protes sosial biasa, orang tidak membawa senjata, tidak membunuh pasukan militer, tidak membakar ambulans atau pasar. Pemerintah wajib mendengar suara dan kekhawatiran para pengunjuk rasa serta menyelesaikan masalah mereka, dan pemerintah siap melakukan hal tersebut. Namun semua orang tahu bahwa masalah ini bukan hanya protes sosial biasa. Musuh memanfaatkan masalah kita, memprovokasi, dan berusaha memecah belah masyarakat.

Presiden Republik Islam Iran menegaskan bahwa tidak ada kekuatan yang bisa menjatuhkan masyarakat yang bergerak berdasarkan keadilan dan kesetaraan, dan menekankan perlunya menghindari diskriminasi etnis, bahasa, dan rasial. Ia menambahkan bahwa tidak ada suku atau bahasa yang boleh menghalangi pelaksanaan keadilan.(PH)