IRGC: Pemblokiran Satu Akun Tidak akan Bisa Bungkam Suara Kebenaran
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa pemblokiran akun Humas IRGC merupakan tanda ketakutan kubu arogan terhadap data-data yang akurat dan koordinasi di antara bangsa-bangsa pencinta kebebasan di kawasan.
Menurut Pars Today, mengutip IRNA, teks lengkap pernyataan Humas Korps Garda Revolusi Islam adalah sebagai berikut:
Kepada bangsa-bangsa kawasan yang mulia dan sadar, umat Islam yang agung, serta para pejuang kebebasan di seluruh dunia!
Setelah rakyat yang pemberani dan mulia dari negara-negara kawasan, khususnya saudara-saudara kami di Yordania dan Kuwait, dengan rasa tanggung jawab sejarah dan semangat keislaman, mengirimkan informasi yang berharga dan akurat mengenai pergerakan serta pangkalan-pangkalan rezim Amerika ke akun yang telah diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam melalui aplikasi Telegram, musuh-musuh arogan tidak mampu mentoleransi keadaan dan ikatan di antara rakyat tersebut. Mereka yang selama ini selalu takut terhadap transparansi dan meningkatnya kesadaran bangsa-bangsa, dengan memblokir akun Humas Korps Garda Revolusi Islam, sekali lagi menunjukkan bahwa mereka merasa gentar terhadap data-data yang akurat dan berharga dari umat Islam serta koordinasi di antara bangsa-bangsa pencinta kebebasan di kawasan.
Tindakan yang tidak pantas dan tidak bermartabat ini, sebagaimana perilaku-perilaku putus asa mereka yang lain, patut dikecam dan merupakan tanda yang jelas atas kemunduran serta keputusasaan kubu arogan.
Humas Korps Garda Revolusi Islam menyatakan bahwa dalam waktu dekat akan diperkenalkan sebuah kanal baru yang aman dan tepercaya untuk komunikasi langsung dengan bangsa-bangsa pencinta kebebasan di seluruh dunia, sehingga jalur pertukaran informasi dan peningkatan kesadaran dapat terus berlanjut dengan lebih kokoh daripada sebelumnya.
Kami menegaskan bahwa jalan perlawanan dan kemenangan, dengan kehendak Tuhan Yang Mahakuasa dan tekad umat Islam, akan terus berlanjut tanpa henti.