Media AS: Dunia Tidak Menganggap Serius Ancaman Ekonomi AS terhadap Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i195956-media_as_dunia_tidak_menganggap_serius_ancaman_ekonomi_as_terhadap_iran
Majalah Amerika Serikat Fortune, dalam sebuah artikelnya yang merujuk pada sejumlah bukti, menyatakan bahwa dunia tidak menganggap serius ancaman ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran.
(last modified 2026-08-31T08:57:03+00:00 )
Aug 31, 2026 15:53 Asia/Jakarta
  • Media AS: Dunia Tidak Menganggap Serius Ancaman Ekonomi AS terhadap Iran

Majalah Amerika Serikat Fortune, dalam sebuah artikelnya yang merujuk pada sejumlah bukti, menyatakan bahwa dunia tidak menganggap serius ancaman ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran.

Menurut Pars Today, mengutip kantor berita IRIB, majalah Fortune menggambarkan pernyataan keras Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengenai “serangan ekonomi terhadap Iran” sebagai upaya baru untuk mengakhiri perang militer. Majalah tersebut menulis bahwa sejauh ini, negara-negara yang memiliki hubungan ekonomi dengan Teheran secara praktis telah mengabaikan ancaman tersebut, sementara para analis menilai langkah-langkah Amerika Serikat jauh kurang efektif dibandingkan apa yang sebelumnya dijanjikan.

Majalah tersebut menambahkan: China, yang membeli 90 persen minyak Iran, alih-alih mundur menghadapi Washington, justru memberikan peringatan tegas dan keras kepada Amerika Serikat. Cabang-cabang bank Iran di Dubai juga masih beroperasi. Penerbangan komersial antara Iran dan Turki serta antara Iran dan Uni Emirat Arab juga terus berlangsung; penerbangan menuju Thailand dan Republik Azerbaijan, serta sejumlah tujuan di Rusia dan China, juga tetap berjalan tanpa gangguan.

Fortune menambahkan: Pada akhir pekan, Amerika Serikat mengumumkan rencana untuk menjatuhkan sanksi terhadap cabang-cabang Bank Misr, bank asal Mesir, di Uni Emirat Arab. Namun, tindakan tersebut jauh di bawah ekspektasi yang muncul setelah peringatan Bessent. Sebelumnya, ia mengatakan bahwa dunia akan menyaksikan “pengumuman sanksi terhadap sebuah lembaga keuangan besar” pada akhir pekan.

Majalah tersebut menambahkan: Ancaman Bessent dan sikap relatif tidak menghiraukan dari berbagai negara terhadap ancaman tersebut mengungkap persoalan utama yang dihadapi pemerintahan Trump dalam upayanya memaksa Iran menerima tuntutan Washington melalui sanksi.