Menlu Zarif: Iran dan Lebanon Punya Musuh Bersama
https://parstoday.ir/id/news/iran-i25192-menlu_zarif_iran_dan_lebanon_punya_musuh_bersama
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif bertemu dengan Presiden baru Lebanon Michel Aoun, untuk mendiskusikan berbagai isu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 07, 2016 23:27 Asia/Jakarta
  • Menlu Zarif: Iran dan Lebanon Punya Musuh Bersama

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif bertemu dengan Presiden baru Lebanon Michel Aoun, untuk mendiskusikan berbagai isu.

Dalam pertemuan di Beirut, Senin (7/11/2016), Zarif mengatakan keberhasilan Lebanon dalam memilih presiden adalah sebuah prestasi dan kemenangan bagi seluruh rakyat Lebanon. Demikian dilaporkan wartawan IRNA dari Beirut.

"Peluang untuk membangun kerjasama dan menciptakan keamanan dan stabilitas di kawasan serta memperluas hubungan politik dan ekonomi antara Tehran-Beirut telah tersedia," tambahnya.

Dalam konferensi pers seusai pertemuan tersebut, Zarif menuturkan, "Kami akan memanfaatkan kepentingan bersama untuk stabilitas dan kemajuan kedua negara."

"Kami optimis dengan masa depan hubungan Iran dan Lebanon. Hubungan ini akan menguntungkan kedua negara dan kedua bangsa serta menguntungkan perdamaian dan stabilitas regional. Hubungan ini tidak akan merugikan siapapun," tegasnya.

Menurut Zarif, Iran dan Lebanon memiliki musuh bersama seperti, rezim Zionis Israel dan kelompok-kelompok Takrifi dan teroris. Di samping itu, Tehran dan Beirut juga punya kepentingan kolektif untuk stabilitas dan kemajuan kedua negara.

"Dunia mengakui bahaya rezim Zionis sebagai sebuah kekuatan pendudukan dan pelanggar hak asasi manusia," tandasnya.

Israel, lanjutnya, mengancam dunia dengan senjata nuklir dan sebagai pemilik senjata pemusnah massal, mereka adalah sebuah bahaya bagi perdamaian dan keamanan global.

"Kelompok-kelompok Takfiri juga merupakan sebuah bahaya yang tidak hanya bagi Suriah dan Lebanon, tapi mengancam semua negara regional dan dunia. Masyarakat internasional harus berada di samping Lebanon dan mendukung negara itu," kata menlu Iran. (RM)