Terkait Nasib Muslim Rohingya, Menlu Iran Surati Sekjen PBB
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengirim sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal PBB dan memintanya untuk memperhatikan dengan serius penderitaan yang dialami Muslim Rohingya di Myanmar.
Mohamad Javad Zarif dalam sebuah surat kepada Antonio Guterres mengungkapkan keprihatinan serius tentang memburuknya kondisi Muslim Rohingya di Myanmar. Demikian dilansir IRNA, Jumat (6/1/2017).
Ia menjelaskan pentingnya pemberitahuan kepada pemeritah Myanmar untuk segera menghentikan pelanggaran terhadap hak-hak Muslim Rohingya dan akses segera mereka kepada bantuan kemanusiaan.
Disebutkan bahwa Muslim Rohingya, selain tidak mendapatkan hak-haknya yang paling dasar yaitu kepemilikan negara dan pemerintah yang mendukung mereka, mereka juga menjadi target pembunuhan dan kekerasan, di mana banyak dari mereka mengungsi ke negara-negara lain.
Zarif menegaskan, kondisi Muslim Rohingya bertentangan dengan isi Piagam PBB dan dokumen Hak Asasi Manusia, di mana kondisi ini menciptakan keprihatinan mendalam di masyarakat internasional dan umat Islam dunia.
Menlu Iran melanjutkan, tak diragukan lagi bahwa dampak dari pelanggaran luas terhadap hak-hak dasar umat Islam Rohingya bisa berakibat buruk pada perdamaian dan stabilitas di Myanmar dan negara-negara tetangganya serta kawasan.
Zarif menambahkan, masyarakat internasional berharap pemerintah Myanmar mengontrol penuh urusan di Rohingya dan tidak membiarkan kelompok-kelompok ekstrem mencoreng citra damai agama Budha.
Muslim Rohingya sejak tahun 2012 hingga kini menjadi target kekerasan ekstrimis Budha di Provinsi Rakhine. Mereka menganiaya dan membunuh Muslim Rohingya serta membakar rumah-rumah dan masjid warga Muslim.
Sejak awal Oktober tahun lalu, gelombang baru kekerasan ekstrimis Budha terhadap warga Muslim Rohingya meletus kembali.
Kekerasan ini membuat lebih dari 30.000 Muslim Rohingya terpaksa mengungsi dan meninggalkan rumah mereka. (RA)