Revolusi Islam Iran Menurut Ilmuwan Barat (2)
https://parstoday.ir/id/news/iran-i32173-revolusi_islam_iran_menurut_ilmuwan_barat_(2)
Revolusi Islam Iran sebuah fenomena politik, sosial dan revolusi terakhir di abad 20 dan merupakan revolusi yang mengubah konstelasi politik internasional. Perubahan luar biasa yang terjadi pasca revolusi ini dan membuat para analis politik internasional terkagum-kagum. Surat kabar Times Amerika merefleksi Revolusi Islam Iran dengan menulis, "Puncak kebangkitan agama dan revolusi telah menguasai dunia dan dunia Barat kembali mengenal Islam akibat Revolusi Iran."
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 01, 2017 16:05 Asia/Jakarta
  • Masa-masa kemenangan Revolusi Islam Iran
    Masa-masa kemenangan Revolusi Islam Iran

Revolusi Islam Iran sebuah fenomena politik, sosial dan revolusi terakhir di abad 20 dan merupakan revolusi yang mengubah konstelasi politik internasional. Perubahan luar biasa yang terjadi pasca revolusi ini dan membuat para analis politik internasional terkagum-kagum. Surat kabar Times Amerika merefleksi Revolusi Islam Iran dengan menulis, "Puncak kebangkitan agama dan revolusi telah menguasai dunia dan dunia Barat kembali mengenal Islam akibat Revolusi Iran."

Revolusi Islam Iran menurut Ilmuwan Barat

Buku Enghelab Iran va Baztab Jahani-ye An (Revolusi Iran dan Refleksi Dunia) yang memuat pandangan ilmuwan, dosen dan peneliti dari pelbagai universitas dan pusat penelitian dari pelbagai negara mengkaji beragam dimensi refleksi Revolusi Islam Iran. Penelitian yang dimuat dalam buku ini berupa makalah bebas dan terpisah namun disusun dalam sebuah kerangka pemikiran lengkap. John Esposito, Profesor Urusan Internasional dan Studi Keislaman di Universitas Georgetown, Amerika yang menyusun buku ini.

John Esposito

Sekaitan dengan urgensi Revolusi Islam Iran, Profesor John Esposito menulis, "Sahabat dan musuh meyakini bahwa Revolusi Islam Iran sangat mempengaruhi dunia Islam dan Barat. Revolusi ini bagi sebagian orang merupakan sumber ilham dan motivasi. Iran kontemporer, awal-awal dekade kehidupannya telah dimulai dengan tujuan "melembagakan revolusi" dan "ekspor revolusi". Bagi Republik Islam yang baru berdiri telah menyusun Undang Undang Dasar, dimana telah dibentuk pemerintahan parlementer di bawah tuntunan syariat Islam, sementara Ayatullah Khomeini sebagai Wali Faqih.

Akibatnya, terjadi perubahan luar biasa dalam masyarakat Iran. Pemerintah menguasai perbankan, asuransi, perdagangan luar negeri, industri-industri penting dan membayar hutang luar negerinya yang menciptakan fenomena ekonomi mandiri, dimana sangat sedikit bergantung pada investasi luar negeri. Selain dari sisi teoritis, Revolusi Islam Iran juga nyata melakukan perubahan mendalam pada prospek sosial Iran.

Para musuh Revolusi Islam Iran sejak awal kemenangan revolusi menghadapi dampak regional dan internasional Revolusi Islam dengan berusaha mencitrakan Revolusi Islam ini sebagai revolusi Syiah dan mazhab, tapi John Esposito memiliki pandangan yang berbeda. Ia meyakini bahwa Republik Islam Iran sejak hari-hari pertama kehidupannya telah mengumumkan tujuan kedua (ekspor revolusi) sebagai pilar kebijakan luar negerinya. Tidak ada bagian lain dari revolusi yang mendapat perhatian media-media dan inilah yang membuat takut negara-negara Barat dan Islam.

Saya tidak berlebih-lebihan bila mengatakan bahwa ada kesalahpahaman yang menjadi kendala bagi Barat, khususnya Amerika untuk memahami garis kebijakan Iran secara umum dan refleksi dunia atas Revolusi Islam Iran secara khusus. Salah satu pemahaman yang salah dan telah tersebar luas menyebut Revolusi Iran sebaga Syiah dan mazhab. Padahal, revolusi ini sejak hari pertamanya secara sadar menggambarkan keuniversalannya dan mencita-citakan dunia yang satu. Sebagai contoh, Ayatullah Khomeini menekankan bahwa revolusi memiliki akar dalam prinsip-prinsip keislaman dan revolusi milik semua manusia yang terzalimi di dunia, baik itu Syiah dan non Syiah.

John Esposito menambahkan, sejak keesokan hari pasca kemenangan Revolusi Islam, banyak mahasiswa muslim tanpa memperhatikan afiliasi mazhabnya melihat Iran sebagai teladannya. Dengan demikian, para mahasiswa "al-Jama'ah al-Islamiyah" di Universitas Kairo menyatakan revolusi rakyat Iran patut untuk dikaji lebih mendalam agar kita dapat mengambil pelajaran, menemukan motivasi dan memanfaatkan contoh yang sudah ada ini. Pada hakikatnya, baik para ilmuwan dan masyarakat sangat sedikit yang menilai revolusi ini sebagai kemenangan Syiah. Mayoritas muslim menilainya sebagai kemenangan Islam atas kekuatan jahat dan kemenangan Dunia Ketiga atas imperialisme Amerika.