Kelompok-kelompok Anti-Revolusi Islam Iran Digerakkan Anasir Asing
https://parstoday.ir/id/news/iran-i33124-kelompok_kelompok_anti_revolusi_islam_iran_digerakkan_anasir_asing
Komandan Angkatan Darat, Pasukan Garda Revolusi Islam Iran, IRGC mengatakan, kelompok-kelompok anti-revolusi, atas provokasi organisasi-organisasi transregional dan beberapa negara Teluk Persia anti-Iran, saat ini sudah memasuki fase militer.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 18, 2017 15:37 Asia/Jakarta
  • Brigjen Mohammad Pakpour
    Brigjen Mohammad Pakpour

Komandan Angkatan Darat, Pasukan Garda Revolusi Islam Iran, IRGC mengatakan, kelompok-kelompok anti-revolusi, atas provokasi organisasi-organisasi transregional dan beberapa negara Teluk Persia anti-Iran, saat ini sudah memasuki fase militer.

Brigjen Mohammad Pakpour, Komandan Angkatan Darat, IRGC, Sabtu (18/2) dalam jumpa pers di Tehran menuturkan, target diciptakannya instabilitas di kawasan oleh kubu imperialis adalah Republik Islam Iran, akan tetapi instabilitas ini tidak bisa menyentuh perbatasan Iran karena kemampuan Angkatan Bersenjata negara ini.

Brigjen Pakpour menambahkan, kelompok-kelompok anti-revolusi dan kelompok teroris Daesh tidak berhasil menemukan celah masuk ke dalam Iran karena kokohnya perbatasan dan kehadiran Angkatan Bersenjata. Sebagian besar upaya teror mereka berhasil digagalkan, dihancurkan, bahkan sebagian anasirnya ditangkap.

Komandan AD IRGC menekankan identifikasi penuh yang dilakukan Angkatan Darat IRGC dan menyinggung soal pergerakan kelompok-kelompok anti-revolusi Iran.

Ia menerangkan, IRGC mempercayakan sebagian besar masalah keamanan kepada masyarakat setempat dan sekarang 70 persen keamanan kawasan sudah dilokalisasi dan dikendalikan oleh masyarakat setempat.

Menurut Pakpour, aksi pertama kelompok-kelompok anti-revolusi yang dilancarkan awal tahun ini di Barat Iran oleh sebuah tim beranggotakan 12 orang, berhasil digagalkan dan menewaskan sejumlah dari mereka.

Komandan AD IRGC juga mengabarkan digelarnya manuver militer AD IRGC bersandi "Payambar Azam-11" dan mengatakan, manuver militer ini akan dimulai pada bulan Februari 2017 di Timur dan Timur Laut Iran. (HS)