Babak Baru Hubungan Iran-Austria
https://parstoday.ir/id/news/iran-i4993-babak_baru_hubungan_iran_austria
Presiden Republik Islam Iran bersama delegasi politik dan ekonomi hari Rabu (30/3) akan mengunjungi Wina, untuk memenuhi undangan Heinz Fischer, presiden Austria.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 29, 2016 15:22 Asia/Jakarta
  • Babak Baru Hubungan Iran-Austria

Presiden Republik Islam Iran bersama delegasi politik dan ekonomi hari Rabu (30/3) akan mengunjungi Wina, untuk memenuhi undangan Heinz Fischer, presiden Austria.

Dijadwalkan, Hassan Rohani dalam lawatan ke Austria akan membahas finalisasi nota peta jalan kerja sama ekonomi kedua negara.

Selain itu, presiden Iran akan bertemu dengan kanselir Austria, menghadiri seminar ekonomi yang dihadiri presiden Austria, pemimpin perusahaan terkemuka, pelaku ekonomi dan perwakilan sektor swasta Iran dan Austria.

Menjelang kunjungan Rohani ke Wina, Fischer dalam wawancara dengan wartawan IRIB mengatakan, sejarah hubungan Iran dan Austria telah berlangsung lama. Ditegaskannya, Iran adalah negara besar di kawasan Timur Tengah yang rentan krisis. "Dengan peran aktif Republik Islam Iran, friksi ini bisa diredam, " ujar presiden Austria baru-baru ini.

Di bagian lain statemennya, Fischer menyinggung krisis Suriah. "Krisis di negara ini telah menimbulkan korban begitu besar. Eropa pun menghadapi banjir pengungsi. Tapi Eropa bisa mengatasi akar masalah ini dengan bantuan Iran sebagai kekuatan penting di kawasan, " papar presiden Austria.

Heinz Fischer menilai tercapainya kesepakatan bersama antara Iran dan kelompok 5+1, dan dimulainya implementasi JCPOA sebagai babak awal bagi hubungan baru antara Iran dan Eropa. "Pasca implementasi JCPOA, babak baru hubungan Iran dan Austria dimulai," tegasnya.

Menyinggung kunjungannya ke Tehran dan pertemuan dengan pemimpin besar Revolusi Islam, presiden Iran dan ketua parlemen negara ini, Fischer mengungkapkan bahwa kunjungan presiden Iran ke Austria secara signifikan akan memperkuat hubungan kedua negara. Fischer menekankan bahwa Austria antusias untuk meningkatkan hubungan dengan Republik Islam Iran di berbagai bidang, terutama kerja sama di sektor energi, ekonomi, sains dan pendidikan.

Seiring dicabutnya sanksi dan terciptanya iklim yang lebih kondusif, Republik Islam Iran bisa menjadi mitra ekonomi terbaik negara-negara Eropa. Situasi lebih kondusif bagi pertumbuhan ekonomi telah tersedia, dan negara-negara Eropa pun bisa berperan aktif untuk menggunakan sumber daya manusia terbaiknya demi memanfaatkan potensi besar tersebut.

Saat ini Iran merupakan produsen otomotif terbesar di kawasan dan Austria bisa menjalin kerja sama yang baik dengan Iran di sektor ini. Perusahaan-perusahaan Austria optimis bisa bekerja sama dengan mitranya di Iran, termasuk Iran Khodro dan Saipa di bidang riset otomotif.

Para analis menilai pondasi industri Republik Islam Iran sangat kuat dan bernilai. Terjalinnya hubungan antara potensi besar cadangan yang kaya di Iran dan kemajuan riset, sains dan teknologi otomotif Austria akan menjadi potensi besar untuk menggarap pasar besar kawasan Timur Tengah sebesar 240 juta orang.

Selain itu, kerja sama mengatasi masalah keterbatasan air dan efektivitas energi yang sangat penting bagi Iran, didukung kemajuan teknologi hijau Austria akan memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan antara Tehran dan Wina. (PH)