Republik Islam Iran Pimpin Standar Air Internasional
https://parstoday.ir/id/news/iran-i194734-republik_islam_iran_pimpin_standar_air_internasional
Pertemuan perdana kelompok kerja internasional ISO/TC 147/SC 2/WG87 dari Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) digelar di bawah koordinasi Dr. Ali Mahdiniya, Kepala Institut Nasional Oseanografi dan Ilmu Atmosfer serta manajer koordinator kelompok kerja ini. Republik Islam Iran, sebagai pemimpin proyek, memegang tanggung jawab atas arahan ilmiah dan teknis dalam penyusunan standar internasional "Penentuan Silika Terlarut dalam Air".
(last modified 2026-08-11T06:22:04+00:00 )
Aug 11, 2026 13:08 Asia/Jakarta
  • Standar Air Internasional
    Standar Air Internasional

Pertemuan perdana kelompok kerja internasional ISO/TC 147/SC 2/WG87 dari Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) digelar di bawah koordinasi Dr. Ali Mahdiniya, Kepala Institut Nasional Oseanografi dan Ilmu Atmosfer serta manajer koordinator kelompok kerja ini. Republik Islam Iran, sebagai pemimpin proyek, memegang tanggung jawab atas arahan ilmiah dan teknis dalam penyusunan standar internasional "Penentuan Silika Terlarut dalam Air".

Melaporkan dari ISNA, Selasa, 11 Agustus 2026, pertemuan perdana kelompok kerja internasional ISO/TC 147/SC 2/WG87 dari Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) diselenggarakan di bawah koordinasi Dr. Ali Mahdiniya, Kepala Institut Nasional Oseanografi dan Ilmu Atmosfer Iran serta manajer koordinator kelompok kerja ini, yang bertempat di institut tersebut dan dilaksanakan secara daring.

Dalam pertemuan ini, para ahli dan perwakilan dari Indonesia, Prancis, Jerman, Inggris, Finlandia, Amerika Serikat, Portugal, dan Jepang hadir untuk membahas proses penyusunan standar internasional ISO/AWI 25942 yang berjudul "Kualitas Air — Penentuan Silika Terlarut dalam Air". Republik Islam Iran, sebagai pemimpin proyek (Project Leader), bertanggung jawab atas arahan ilmiah dan teknis dalam proses penyusunan standar internasional ini.

Selama pertemuan, laporan kemajuan proyek disampaikan, dan pandangan serta masukan yang diterima pada tahap Proposal Item Kerja Baru (New Work Item Proposal - NP) ditinjau. Selain itu, draf kerja standar (Working Draft - WD) juga ditinjau ulang dari aspek teknis.

Salah satu fokus utama pertemuan ini adalah pembahasan tentang validasi metode pengujian. Anggota kelompok kerja juga berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai tantangan pelaksanaan perbandingan antar laboratorium (Interlaboratory Comparison - ILC) untuk pengukuran silika terlarut pada konsentrasi rendah, serta mengkaji perbaikan yang diperlukan dalam draf standar.

Dalam pertemuan ini, anggota kelompok kerja, setelah menyimpulkan pembahasan teknis, menyetujui penerapan perbaikan yang disepakati dalam draf standar dan menekankan kelanjutan proses penyusunan standar ini hingga tahap Draf Komite (Committee Draft - CD).

Silika terlarut merupakan salah satu parameter penting dalam penilaian kualitas air, dan pengukurannya memiliki aplikasi di bidang-bidang seperti oseanografi, sumber daya air, pemantauan lingkungan, dan beberapa industri. Standardisasi metode pengukuran parameter ini di tingkat internasional dapat menghasilkan data yang lebih akurat, dapat dibandingkan, dan lebih dapat dipertanggungjawabkan di laboratorium-laboratorium di berbagai negara. Hal ini sangat penting, terutama dalam studi yang memerlukan perbandingan data dari laboratorium dan wilayah yang berbeda.

Penyusunan standar internasional untuk penentuan silika terlarut dapat mengarah pada terciptanya metode yang disepakati di antara laboratorium dari berbagai negara, sehingga memungkinkan perbandingan hasil pengukuran yang lebih baik dan peningkatan kualitas pemantauan sumber daya air serta studi terkait lingkungan.

Penyelenggaraan pertemuan perdana kelompok kerja ini di Institut Nasional Oseanografi dan Ilmu Atmosfer Iran serta koordinasinya oleh kepala institut tersebut, juga menunjukkan partisipasi Indonesia dalam proses penyusunan standar internasional di bidang kualitas air dan ilmu oseanografi. Dalam proyek ini, kehadiran para ahli dan perwakilan dari berbagai negara serta pembahasan bersama tentang aspek teknis metode pengukuran, khususnya di bidang validasi dan perbandingan antar laboratorium, telah mempersiapkan jalan untuk melanjutkan tahap-tahap selanjutnya dari penyusunan standar.

"Republik Islam Iran memimpin proyek penyusunan standar internasional ISO untuk metode pengukuran silika terlarut dalam air, sebuah parameter penting dalam oseanografi, lingkungan, dan industri. Pertemuan perdana kelompok kerja yang digelar secara daring ini dihadiri oleh delapan negara dan menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan proses ke tahap draf komite. Ini adalah pencapaian diplomatik-ilmiah yang menegaskan peran Indonesia dalam standardisasi global di bidang kualitas air."(Sail)