Taeb: AS yang Serang Sekolah dan Pernikahan Bukan Superpower, Tapi Kriminal
https://parstoday.ir/id/news/iran-i196494-taeb_as_yang_serang_sekolah_dan_pernikahan_bukan_superpower_tapi_kriminal
ParsToday - Kepala Organisasi Basij Iran mengatakan: Militer yang menargetkan sekolah-sekolah dan pesta pernikahan bukan lagi militer superpower, tetapi militer kriminal dan pembunuh anak.
(last modified 2026-09-08T15:05:58+00:00 )
Sep 08, 2026 22:03 Asia/Jakarta
  • Kepala Basij Iran, Hossein Taeb
    Kepala Basij Iran, Hossein Taeb

ParsToday - Kepala Organisasi Basij Iran mengatakan: Militer yang menargetkan sekolah-sekolah dan pesta pernikahan bukan lagi militer superpower, tetapi militer kriminal dan pembunuh anak.

Menurut laporan ParsToday yang dikutip dari IRNA, Hujjatul-Islam wal-Muslimin Hossein Taeb pada hari Selasa (8/9) dalam pidatonya mengatakan: Di masa lalu, diyakini bahwa Amerika dan Eropa, dengan mengandalkan perkembangan ilmiah dan teknologi, akan melanjutkan jalur yang sama yang dimulai sejak 250 tahun lalu dengan Deklarasi Kemerdekaan Amerika; yaitu menciptakan ketergantungan ilmiah dunia pada Barat, menguasai sebagian besar produksi kekayaan global, dan menstabilkan dominasi ilmiah dan teknologi atas dunia, tetapi hari ini proses ini sampai di mana?

 

Kepala Organisasi Basij Mustadh'afin Iran menyatakan: Percepatan perubahan internal Amerika dan dualisme mendalam yang terbentuk di dalam negara ini, menyebabkan Amerika mengubah jalurnya dan bergerak menuju penggunaan kekuatan militer yang lebih luas. Untuk menyelesaikan tantangan-tantangan mereka di kawasan dan dunia, mereka mengerahkan semua kapasitas militer dan politik mereka, dan dari pembiayaan hingga pengiriman senjata paling canggih dan transfer luas peralatan dan amunisi, mereka juga mengaktifkan mesin perang Israel.

 

Hujjatul-Islam Taeb menyatakan: Jika pada periode perang pertama, Amerika terpaksa mengerahkan "dua pertiga" dari militernya di kawasan selama delapan tahun, hari ini kita menyaksikan kondisi di mana sebagian besar pasukan dan kapasitas operasional khusus Amerika juga telah memasuki medan. Namun demikian, mereka terpaksa menerima kekalahan dan keagungan militer Amerika hancur di medan perang.

 

Ia menekankan: Militer yang menargetkan sekolah-sekolah dan pesta pernikahan bukan lagi militer superpower, tetapi militer kriminal dan pembunuh anak.

 

Kepala Organisasi Basij Mustadh'afin Iran menegaskan: Dunia saat ini menyaksikan bagaimana sebuah militer dengan anggaran mendekati satu triliun dolar kalah melawan militer dengan anggaran satu digit. Inilah titik yang menunjukkan bahwa kekuatan militer, dengan sendirinya, tidak dapat menjamin keunggulan dan hegemoni suatu negara dalam tatanan global.

 

Hujjatul-Islam Taeb, dengan merujuk pada kontradiksi-kontradiksi pernyataan pejabat-pejabat musuh, menyatakan: Di satu sisi mereka mengklaim bahwa kami telah menghancurkan angkatan laut, angkatan udara, dan seluruh kemampuan kekuatan perlawanan, tetapi pertanyaan fundamental ini muncul bahwa jika Anda telah menghancurkan segalanya, lalu mengapa Anda masih berperang dan seluruh perhatian Anda adalah mengendalikan Selat Hormuz? Kontradiksi yang jelas ini adalah bukti nyata dari keputusasaan dan kekalahan pasti mereka dalam medan perang ini dengan Iran. (MF)