Kemenlu Iran: Keluarnya Pasukan Militer AS Langkah Penting Menuju Kemandirian Irak
https://parstoday.ir/id/news/iran-i197940-kemenlu_iran_keluarnya_pasukan_militer_as_langkah_penting_menuju_kemandirian_irak
Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran pada Sabtu malam menegaskan urgensi meminta pertanggungjawaban dan menuntut pemerintah Amerika Serikat atas kejahatan yang dilakukan serta kerugian yang ditimbulkan terhadap rakyat Irak dan negara-negara lain selama masa pendudukan.
(last modified 2026-10-04T07:18:00+00:00 )
Okt 04, 2026 15:20 Asia/Jakarta
  • Kemenlu Iran: Keluarnya Pasukan Militer AS Langkah Penting Menuju Kemandirian Irak

Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran pada Sabtu malam menegaskan urgensi meminta pertanggungjawaban dan menuntut pemerintah Amerika Serikat atas kejahatan yang dilakukan serta kerugian yang ditimbulkan terhadap rakyat Irak dan negara-negara lain selama masa pendudukan.

Menurut Pars Today yang mengutip IRNA, teks pernyataan Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran adalah sebagai berikut:

Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat dan pemerintah Irak atas keluarnya pasukan pendudukan Amerika Serikat dan pasukan asing lainnya dari Irak setelah dua dekade kehadiran militer yang membawa bencana di negara tersebut. Iran memandang perkembangan ini sebagai langkah yang sangat penting dan diperlukan dalam rangka memperkuat kedaulatan nasional, keutuhan wilayah, dan kemerdekaan Irak.

Tragedi kehadiran militer Amerika Serikat dan sekutunya selama 23 tahun di Irak, yang terjadi setelah invasi militer Amerika Serikat ke negara tersebut pada 20 Maret 2003 dengan dalih palsu untuk menghadapi “senjata pemusnah massal”, menimbulkan dampak yang tidak dapat diperbaiki bagi Irak dan seluruh kawasan. Di antaranya adalah pembunuhan dan tewasnya lebih dari satu juta warga Irak, termasuk puluhan ribu perempuan dan anak-anak yang tidak bersalah; kerugian material hingga ratusan miliar dolar terhadap infrastruktur fisik, keamanan, dan pemerintahan Irak; kerusakan lingkungan; serta kejahatan perang yang mengerikan seperti penyiksaan terhadap laki-laki dan perempuan Irak di penjara Abu Ghraib dan terciptanya kondisi bagi berkembangnya terorisme takfiri dan ISIS di Irak serta kawasan sekitarnya.

Republik Islam Iran, seraya menghargai perlawanan dan keteguhan rakyat Irak dalam menghadapi pendudukan, terorisme, dan sektarianisme, menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan nasional dan keutuhan wilayah Irak. Iran juga mengingatkan bahwa kehadiran militer Amerika Serikat dan sekutunya di negara-negara kawasan tidak menghasilkan apa pun selain penyebaran kekerasan, ketidakamanan, perpecahan, dan terorisme.