Manuver "Mohammad Rasulullah Saw" Militer Iran Berakhir
https://parstoday.ir/id/news/iran-i50389-manuver_mohammad_rasulullah_saw_militer_iran_berakhir
Manuver Gabungan Militer Republik Islam Iran bersandi "Mohammad Rasulullah Saw" ditutup dengan parade unit-unit kapal dan penerbangan unit lain yang terlibat di manuver ini.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Jan 25, 2018 02:45 Asia/Jakarta
  • Manuver Gabungan Militer Republik Islam Iran bersandi \
    Manuver Gabungan Militer Republik Islam Iran bersandi \"Mohammad Rasulullah Saw\"

Manuver Gabungan Militer Republik Islam Iran bersandi "Mohammad Rasulullah Saw" ditutup dengan parade unit-unit kapal dan penerbangan unit lain yang terlibat di manuver ini.

Menurut laporan IRIB, Panglima Militer Iran, Mayjen Sayid Abdolrahim Mousavi Rabu (24/1) di penutupan manuver gabungan militer dengan sandi Mohammad Rasulullah mengatakan, prestasi dan hasil gemilang di manuver gabungan kali ini adalah kombinasi kerja yang sukses dan peningkatan kesiapan pertempuran untuk menjinakkan setiap ancaman musuh.

Panglima MIliter Iran Abdolrahim Mousavi

Seraya mengisyaratkan evaluasi memuaskan para pengamat manuver ini terhadap unit-unit yang terlibat, Mayjen Sayid Abdolrahim Mousavi menambahkan, di manuver gabungan kali ini dievaluasi keterampilan dan kecakapan individu dan taktik udara, darat dan laut.

Manuver Gabungan Militer Iran dimulai pada Senin dengan pembacaan sandi "Ya Rasulullah" oleh Laksamana Habibollah Sayyari, Wakil Komandan Koordinasi Militer Iran dari geladak kapal peluncur rudal, Falakhan di pantai selatan negara ini.

Laksamana Sayyari mengatakan, manuver ini melibatkan pasukan Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Darat dan Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya Militer Iran dan digelar selama dua hari di pantai Makran dan Laut Oman hingga di kisaran 15 derajat utara.

Ia lebih lanjut menyinggung bagian dari manuver yang dilaksanakan di perairan internasional.

"Manuver ini membawa pesan perdamaian dan persahabatan untuk negara-negara regional dan untuk meningkatkan kemampuan Republik Islam Iran guna menciptakan keamanan maritim dan garis transfer energi ke kawasan," pungkasnya. (MF)