22 Bahman, Revolusi Islam, Independensi, Kebebasan dan Republik Islam
https://parstoday.ir/id/news/iran-i51407-22_bahman_revolusi_islam_independensi_kebebasan_dan_republik_islam
Revolusi Islam Iran kini mendekati usianya yang ke-40. Revolusi yang melawan kekuatan hegemoni dunia ini menunjukkan misinya adalah meraih independensi sejati dan independensi tersebut berhasil diraih dengan bertumpu pada tekad bangsa yang bersatu.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Feb 11, 2018 13:26 Asia/Jakarta

Revolusi Islam Iran kini mendekati usianya yang ke-40. Revolusi yang melawan kekuatan hegemoni dunia ini menunjukkan misinya adalah meraih independensi sejati dan independensi tersebut berhasil diraih dengan bertumpu pada tekad bangsa yang bersatu.

39 tahun perjalanan Revolusi Islam dipenuhi dengan kebanggaan, independensi dan kehormatan bangsa yang berhasil mengalahkan konspirasi musuh dengan persatuan mereka.

Independensi dan kebebasan merupakan slogan utama dan tuntutan bangsa Muslim Iran selama era perjuangan untuk mencapai pemerintahan Republik Islam. Independensi sebagai salah satu tuntutan utama perjuangan rakyat dan salah satu prinsip strategis di pemerintahan Republik Islam memiliki wacana universal dan komprehensif  yang mencakup berbagai dimensi politik, budaya, ekonomi dan militer.

Pawai Akbar 22 Bahman

Sementara kebebasan senantiasa memiliki syarat dan di masyarakat Islam kebebasan seperti ini disebut kebebasan yang sah. Ayatullah Behehsti saat menjelaskan wacana ini mengatakan, "Penjagaan sejati terhadap independensi negara dapat diraih melalui menjaga keadilan dan kebebasan. Ketika di sebuah masyarakat dan negara, keadilan dan kebebasan tidak dijaga dengan benar, maka dengan sendirinya terbuka peluang bagi intervensi dan pengaruh asing. Sebaliknya yang dapat memberi makna sejati bagi kebebasan sebuah negara adalah independensi bangsa tersebut. Sebuah bangsa yang bergantung kepada pihak lain di salah satu sisi seperti budaya, ekonomi dan politik maka bangsa ini telah kehilangan kebebasannya."

Mencermati kinerja 39 tahun Revolusi Islam dan Republik Islam Iran, akan terbukti realita ini bahwa bangsa Iran dengan bangga mampu melawan konspirasi perang lunak, konvensional dan beragam sanksi musuh.

Musuh Iran selama bertahun-tahun pasca kemenangan Revolusi Islam berusaha memanfaatkan kekuatan konvensional dan lunak di sektor militer dan ekonomi untuk melawan revolusi rakyat Iran, namun represi ini tidak pernah mampu menurunkan nilai revolusi ini. Langkah panjang yang ditempuh bangsa Iran pasca kemenangan revolusi, sejatinya telah merusak seluruh konstelasi dan kalkulasi musuh.

Ali Shamkhani di tengah peserta pawai akbar 22 Bahman di Tehran

Kesalahan prediksi ini membuat musuh meniti jalan panjang permusuhan terhadap Iran, namun pada akhirnya gerakan ini malah menambah kebesaran dan kebanggaan bangsa Iran, bahkan musuh bangsa Iran juga mengakui realita ini. Pemerintah Republik Islam Iran di berbagai sektor dalam prakteknya telah menunjukkan bahwa jika sebuah bangsa ingin mulia, memiliki identitas dan sukses meraih keamanan dan kepentingannya, maka dibutuhkan sikap konsisten, penuh pengabdian dan memiliki rasa percaya diri.

Di bidang sains dan ilmu pengetahuan, Iran kini meraih indeks ilmiah cukup tinggi dan uniknya kesuksesan ini diraih saat negara ini menghadapi sanksi. Iran memiliki catatan tinggi di bidang produksi ilmu dan di bidang produksi sel punca, teknologi nuklir dan produksi bahan bakar yang dibutuhkan reaktor nuklir serta nanoteknologi, Iran termasuk di antara negara-negara yang memiliki teknologi canggih di dunia.

Menurut para pengamat, dewasa ini Republik Islam Iran semakin stabil dan musuh revolusi jika sebelumnya berusaha keras mendistorsi hakikat pemerintah Republik Islam, kini terpaksa mengakui bahwa mereka tidak mampu menyembunyikan realita untuk selamanya.

Oleh karena itu, 22 Bahman bukan saja peringatan kemenangan Revolusi Islam, tapi juga indikasi realita ini bahwa saat ini Revolusi Islam terus bergerak ke depan dan tetap komitmen terhadap nilai-nila revolusi dan cita-citanya. Musuh Republik Islam Iran selama 39 tahun lalu, melalui beragam konspirasi, berusaha menghancurkan pemerintah Republik Islam, mematahkan semangat rakyat serta merusak independensi bangsa Iran. Namun begitu musuh masih tetap gagal menghancurkan sendi-sendi revolusi dan pemerintahan Republik Islam.

22 Bahman di Iran

Dasar pemerintah Republik Islam adalah menolak segala bentuk hegemoni dan membela haknya dihadapan kekuatan imperialis. Oleh karena itu, Republik Islam dengan bersandar pada suara dan kehendak bangsa Iran telah membuktikan kepada bangsa yang menuntut independensi sejati bahwa dirinya mampu melawan arogansi dan ketamakan musuh dan meraih independensi. Prestasi Iran ini telah menciptakan harapan di tengah bangsa-bangsa yang menghendaki independensi dan memberikan motivasi untuk melawan kekuatan arogan dunia. (MF)