Uni Eropa dan AS Berlomba untuk Sanksi Iran
-
Uni Eropa dengan alasan mempertahankan AS di bawah kesepakatan nuklir, ingin mengumumkan sanksi baru terhadap Iran.
Juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri di Parlemen Iran, Hossein Naghavi Hosseini mengatakan, Uni Eropa dan Amerika Serikat berlomba dalam memperberat sanksi Iran.
Jerman, Perancis dan Inggris meminta Uni Eropa untuk menerapkan sanksi baru terhadap Iran dengan dalih mempertahankan AS di bawah kesepakatan nuklir. Sanksi baru ini menargetkan individu yang terlibat dalam program rudal Iran dan keterlibatan Tehran di Suriah.
Naghavi Hosseini kepada kantor berita IRIB, Ahad (18/3/2018) menuturkan, ada pembagian kerja antara Uni Eropa dan AS dalam menjatuhkan sanksi atas Iran.
"Eropa dengan alasan mempertahankan AS di bawah kesepakatan nuklir, ingin mengumumkan sanksi baru terhadap program rudal Iran. Perilaku ini telah melipatgandakan pelanggaran terhadap kesepakatan nuklir," tegasnya.
AS, lanjut Naghavi Hosseini, telah menjatuhkan sanksi terhadap 11 individu Iran sejak hari pertama implementasi kesepakatan nuklir dan Washington sudah 19 kali terang-terangan melanggarnya.
"Ini bukti bahwa AS tidak berkomitmen dengan kesepakatan nuklir dan tidak ingin melaksanakan kesepakatan ini," tandasnya.
Dia memastikan bahwa Tehran akan mengawasi perilaku Uni Eropa dan AS, karena penting bagi pemenuhan kepentingan nasional Iran, sementara pihak lawan mengejar kepentingannya dengan melanggar kesepakatan nuklir. (RM)