Pangkalan dan Fasilitas Militer AS di Bahrain Jadi Sasaran Serangan Drone Iran
Tentara Republik Islam Iran mengumumkan bahwa dalam tahap ke-15 Operasi Sa'eqeh (Petir), mereka telah menyerang pangkalan dan fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain, serta sejumlah jembatan penghubung, menggunakan drone kamikaze (drone penghancur).
Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, pada Sabtu dini hari, sebagai tanggapan atas tindakan yang disebut sebagai kejahatan Amerika Serikat, Tentara Republik Islam Iran melaksanakan tahap ke-15 Operasi Sa'eqeh.
Dalam operasi tersebut, pesawat-pesawat nirawak (drone) bunuh diri Iran menyerang hanggar dan area parkir pesawat, tangki penyimpanan bahan bakar milik militer Amerika Serikat di Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain, serta beberapa jembatan penghubung di negara tersebut.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa dua kapal tanker minyak meledak dan mengalami kebakaran besar setelah melintasi jalur yang telah dipasangi ranjau di bagian selatan Selat Hormuz.
IRGC juga menyatakan bahwa dalam beberapa jam terakhir pihaknya telah menghentikan empat kapal yang disebut melanggar aturan di Selat Hormuz.
Sementara itu, Komando Angkatan Laut IRGC melalui sebuah pesan yang disertai gambar pergerakan dan perlengkapan militer Amerika Serikat menyatakan bahwa seluruh aktivitas dan peralatan militer Amerika berada di bawah pengawasan satuan-satuan angkatan laut Republik Islam Iran.
Dalam lanjutan pesan tersebut dinyatakan bahwa pasukan Amerika Serikat disebut semakin mendekati "jam nol" operasi terhadap unit-unit angkatan laut CENTCOM di perairan kawasan, disertai pernyataan, "Tunggulah...".