Upaya AS Cegah Kemajuan Ilmiah Iran
-
Iran mencapai kemajuan ilmiah di berbagai bidang sejak kemenangan Revolusi Islam.
Sanksi baru Amerika Serikat terhadap ilmuwan Iran kembali memperlihatkan misi yang sebenarnya negara itu dalam melawan Republik Islam. Pada Jumat lalu, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap 10 individu dan satu entitas yang berada di Iran.
Depkeu AS menuding mereka terlibat dalam pencurian hak kekayaan intelektual dan informasi dari beberapa universitas Amerika.
AS sejak kemenangan Revolusi Islam selalu berusaha untuk menekan dan membatasi aktivitas rakyat Iran. Tuduhan tak berdasar terhadap Iran di bidang akademisi dan ilmiah juga menunjukkan bahwa mereka tidak menerima kemajuan dan kesuksesan Iran.
Sebelum ini, AS telah menjatuhkan sanksi terhadap individu, ilmuwan, dan entitas Iran dengan berbagai alasan. Namun, pemerintah AS tidak pernah memperoleh keuntungan dari trik sanksi untuk menghentikan atau mencegah kemajuan ilmiah Iran.
Dosen Universitas Imam Sadiq Tehran, Abuzar Gohari Moghadam dalam sebuah catatan menulis, "Dalam beberapa tahun terakhir, saya sebagai dosen bersama rekan-rekan dan mahasiswa dari berbagai universitas, menghadapi boikot ilmiah dan pembatasan akses terhadap sumber-sumber akademik dengan alasan sanksi. Semua ini bertujuan untuk memperlambat gerakan ilmiah Iran di berbagai bidang oleh musuh-musuh bangsa."

Science-Metrix, sebuah perusahaan analisis data dari Kanada dalam sebuah laporan menulis, "Output ilmiah Iran tumbuh 11 kali lebih cepat dari rata-rata dunia, lebih cepat daripada negara lain." Menurut lembaga ini, Asia sedang mengejar kemajuan ilmiah bahkan lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya, dan Iran mencatat pertumbuhan yang paling cepat di dunia dalam bidang ilmiah.
Namun, AS memandang kemanjuan Iran sebagai sebuah sinyal bahaya. Pakar strategi Amerika, Zbigniew Brzezinski kepada CNN mengatakan, "Saya pikir kita semua menyadari bahwa pengaruh AS di Timur Tengah menurun. Mungkin ini adalah awal dari sebuah fase besar. Kita tidak bisa lagi menggunakan pengaruh kita."
AS dengan berbagai dalih tidak ingin menyaksikan pertumbuhan kekuatan Iran. Oleh karena itu, salah satu tujuan strategis AS adalah menghalangi jalan kemajuan ilmiah dan mencegah tampilnya Iran sebagai sebuah model sukses di Timur Tengah dan dunia.
Analis masalah internasional, Mohammad Bahari mengatakan, Amerika selalu mencegah laju kemajuan ilmiah Iran dan mereka hanya mencari-cari alasan, tapi pada dasarnya tidak ingin menyaksikan Iran mencapai kemajuan ilmiah.
Tidak ada keraguan bahwa serangan terhadap bidang ilmiah Iran bertujuan untuk mengintimidasi komunitas akademik dan pemuda, yang sedang berjuang untuk melawan sanksi kejam AS.
Namun, laju gerakan ilmiah di Iran tidak bisa dihentikan dan tidak terpengaruh oleh sanksi. Fakta ini dibuktikan dengan berbagai kemajuan ilmiah yang justru dicapai Iran di era sanksi. (RM)