Kunjungan Rouhani ke Turki, Babak Baru Perluasan Kerjasama Strategis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i65626-kunjungan_rouhani_ke_turki_babak_baru_perluasan_kerjasama_strategis
Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran hari Rabu sore (19/12) melakukan kunjungan ke Ankara, ibukota Turki memenuhi undangan Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Des 20, 2018 16:05 Asia/Jakarta
  • Hassan Rouhani dan Recep Tayyip Erdogan
    Hassan Rouhani dan Recep Tayyip Erdogan

Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran hari Rabu sore (19/12) melakukan kunjungan ke Ankara, ibukota Turki memenuhi undangan Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki.

Sesi kelima pertemuan Dewan Tinggi Strategis Iran dan Turki yang dipimpin oleh presiden kedua negara, telah diumumkan sebagai program paling penting dari kunjungan tersebut.

Hubungan antara Iran dan Turki telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Ide pembentukan Dewan Tinggi Hubungan Strategis Iran dan Turki juga merupakan hasil kunjungan pertama Rouhani ke Turki dan presiden kedua negara menargetkan hubungan 30 miliar dolar.

Hassan Rouhani dan Recep Tayyip Erdogan

Sejauh ini, empat putaran KTT Dewan Tinggi Kerjasama Strategis antara Iran dan Turki telah diadakan dalam bentuk pertemuan presiden kedua negara dan telah dicapai perjanjian penting. Sesi kelima dari pertemuan Dewan Tinggi Kerjasama Strategis antara Iran dan Turki sekarang dalam suasana hubungan yang baik antara kedua negara, dimana tingkat harapan akan peningkatkan hubungan antara kedua negara semakin tinggi.

Pemanfaatan maksimal dari kemampuan yang ada dalam hubungan politik dan ekonomi antara Iran dan Turki adalah penting dalam mengembangkan hubungan antara kedua belah pihak. Saat ini, ada peluang signifikan di berbagai sektor untuk investasi bersama. Iran siap menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk partisipasi pelaku ekonomi Iran dan Turki dalam proyek-proyek untuk memperluas kerjasama. Jelas, hambatan untuk perluasan hubungan di berbagai sektor, terutama perdagangan dan hubungan ekonomi dengan Turki harus dihapus dalam waktu singkat.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengisyaratkan penyelenggaraan KTT Kelima Dewan Kerjasama Strategis Iran dan Turki dalam hal ini adalah kesempatan untuk mengembangkan dan memperkuat hubungan antara Tehran dan Ankara seraya mengatakan bahwa perlu untuk memperkuat kerjasama dan dukungan untuk para pelaku ekonomi kedua negara. Menurutnya, "Pengembangan hubungan dengan Iran bagi Turki adalah kepentingan strategis."

Kalangan pers Turki menjelang kunjungan ini juga menyinggung masalah ini bahwa kunjungan Rouhani ke Turki merupakan langkah penting setelah kesepakatan menteri luar negeri Iran, Turki dan Rusia di Jenewa soal penyusunan konstitusi Suriah.

Ali Najafi Khoshroudi, Jurubicara Komisi Keamanan Nasional Majlis Shura Islami menilai, kunjungan presiden Iran ke Turki, mengingat krisis dan masalah di kawasan, merupakan peluang besar untuk pembicaraan strategis tingkat tinggi seraya menjelaskan, "Konsultasi ini dapat menghapus justifikasi campur tangan negara-negara di luar kawasan. Sementara kondisi baru di Iran membutuhkan pengembangan dialog strategis dan pengembangan kerjasama ekonomi."

Presiden Hassan Rouhani

Tidak diragukan lagi, pentingnya mengembangkan kerjasama strategis antara kedua negara tidak kurang dari konvergensi politik. Pembuatan perjanjian moneter dan perbankan adalah salah satu langkah paling penting yang diambil oleh kedua negara. Erdogan telah menekankan dalam konteks ini bahwa penggunaan mata uang nasional dalam pertukaran ekonomi sangat penting bagi kedua negara dan dapat menciptakan lompatan dalam kerjasama ekonomi Tehran-Ankara.

Dalam konteks saat ini, dimana kebijakan permusuhan Amerika Serikat dan sanksi ekonomi telah menjadi alat tekanan terhadap Iran, Turki dan Rusia, pemahaman dan berbagi berbagai isu memainkan peran penting dalam memperluas hubungan regional dan kerjasama. Kunjungan Rouhani ke Turki dan pertemuan Dewan Kerjasama Strategis Tehran-Ankara kelima merupakan peluang penting untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam hubungan dan kerjasama kedua negara.