Iran Aktualita, 27 Maret 2019
-
Presiden Iran pimpin rapat penanganan bencana di provinsi Golestan
Dinamika Iran sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya: peristiwa banjir yang menimpa sebagian wilayah Iran yang paling parah di provinsi Golestan dan Shiraz.
Rahbar menyampaikan pesan mengenai bencana banjir, Presiden Iran mengunjungi provinsi Golestan untuk meninjau dari dekat daerah yang dilanda banjir. Selain itu, mengenai instruksi Rouhani kepada semua gubernur supaya siaga menghadapi bahaya banjir, dan presiden Rouhani menyatakan pemerintah Iran akan memberi ganti rugi kepada korban banjir.
Masalah lainnya, Menlu Iran mengingatkan pemerintah Saudi, belum terlambat untuk menghentikan perang Yaman, pertemuan Menlu Iran dengan sejawatnya dari Turki, dan Deputi Menteri Perminyakan Iran menyatakan Turki ingin menambah impor gas.
Rahbar Sampaikan Pesan mengenai Bencana Banjir
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Khamenei menyampaikan statemen mengenai bencana banjir yang melanda berbagai wilayah di Iran, terutama provinsi Golestan dan Shiraz. Rahbar menyampaikan pesan kepada Imam Shalat Jumat kota Shiraz, Iran selatan yang kemarin, Senin (25/3/2019) diterjang banjir bandang.
Dalam pesannya Rahbar selain mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban juga meminta upaya penyelamatan mereka dilakukan dengan cepat dan sungguh-sungguh.
Kantor Rahbar (26/3) melaporkan, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pesannya kepada Imam Jumat Shiraz, Hujatulislam Lotfollah Dejkam menuturkan, bencana menyedihkan yang melanda kota Shiraz dan menewaskan sejumlah warga serta meninggalkan kesedihan bagi keluarga korban di hari raya Nowruz, dan terlukanya sejumlah warga lain, rusaknya infrastruktur kota, membuat saya sangat bersedih.
Ayatullah Khamenei menambahkan, saya meminta Hujatulislam Dejkam untuk menyampaikan salam dan belasungkawa saya kepada keluarga korban dan korban luka. Saya berusaha meringankan beban, musibah dan kerugian serta membantu masyarakat dan meminta aparat pemerintah untuk bekerjasama, saya juga menyarankan semua pihak terkait untuk melaksanakan kewajibannya dengan cepat dan sungguh-sungguh.
Bencana banjir bandang yang melanda kota Shiraz, Senin (25/3/2019) menewaskan 18 orang dan melukai 108 lainnya.
Meninjau Korban Banjir, Presiden Iran Tiba di Golestan
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani tiba di Gorgan, ibukota Provinsi Golestan untuk meninjau para korban banjir dan melihat langsung operasi distribusi bantuan ke distrik-distrik yang dilanda banjir di provinsi tersebut.
Presiden Iran tiba di Gorgan pada Rabu (27/3/2019) untuk melihat distrik-distrik yang dilanda banjir di Provinsi Golestan dan bertemu dengan penduduk setempat.
Rouhani disambut di Bandara Gorgan oleh Menteri Dalam Negeri Abdolreza Rahmani Fazli, Wakil Rahbar di Provinsi Golestan Ayatollah Nourmofidi, Imam Shalat Jumat Gorgan dan sejumlah pejabat provinsi lainnya.
Segera setelah tiba di bandara, presiden Iran mengunjungi distrik-distrik yang dilanda banjir di Golestan untuk melihat sendiri bagaimana kemajuan bantuan dan operasi bantuan, mengamati seberapa luas kerusakan kota dan desa dan kebutuhan apa yang paling mendesak untuk para korban banjir.
Provinsi Golestan yang terletak di timur laut Republik Islam Iran terkepung banjir akibat hujan lebat dalam beberapa hari terakhir, terutama pada hari Jumat, 22 Maret 2019.
Sebelumnya, Rouhani memerintahkan seluruh gubernur dan aparat pemerintahan lain di seluruh wilayah Iran untuk tetap datang ke tempat kerja hingga akhir liburan tahun baru Nowruz dan bersiaga, selain itu mereka juga diinstruksikan untuk menjalin komunikasi dan koordinasi dengan instansi pemerintah terkait untuk mempersiapkan semua yang diperlukan dalam manajemen krisis akibat banjir.
Dalam beberapa hari terakhir akibat hujan deras yang terus mengguyur daerah utara Iran khususnya di provinsi Golestan, Mazandaran, Lorestan dan Fars, banjir melanda desa dan kota-kota provinsi tersebut.
Menlu Iran pada Saudi: Belum Terlambat Hentikan Perang Yaman
Menteri Luar Negeri Iran kepada pemerintah Arab Saudi dan sekutu-sekutunya mengatakan, sekarang belum terlambat untuk menghapus mimpi buruk akibat perang Yaman.
IRIB (26/3/2019) melaporkan, Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif dalam pesan Twitternya kepada pemerintah Saudi dan sekutu-sekutunya menulis, Saudi dan sekutu-sekutunya menolak prakarsa damai Iran untuk Yaman pada bulan April 2015 dan sesumbar akan memenangkan perang dalam waktu tiga minggu. Zarif menambahkan, di tahun kelima perang memalukan ini harus diingatkan bahwa penghentian perang sangat tidak terlambat.
Deputi Menteri Perminyakan Iran: Turki Ingin Tambah Impor Gas
Deputi Menteri Perminyakan Iran untuk urusan gas mengabarkan ekspor gas negara ini ke Turki, Irak, Armenia dan Azerbaijan. Menurutnya, permintaan untuk menambah pasokan gas Iran ke Turki sudah disampaikan dan saat ini sedang dinegosiasikan.
IRNA (25/3/2019) melaporkan, Deputi Menteri Perminyakan Iran sekaligus Direktur Eksekutif Perusahaan Gas Nasional, Hassan Montazer Torbati menuturkan, kontrak ekspor gas alam Iran ke Turki dengan volume 10 miliar meter kubik pertahun, sudah ditandatangani sejak tahun 2001 untuk jangka waktu 25 tahun.
Sehubungan dengan volume ekspor gas Iran ke Irak, Torbati menerangkan, perusahaan gas nasional Iran menandatangani dua kontrak penyaluran gas ke kota Baghdad dan Basrah sebagai bahan bakar untuk mengoperasikan pusat pembangkit tenaga di dua kota itu.
Lokasi penyaluran gas ke pembangkit tenaga kota Baghdad adalah Naftshahr, Provinsi Kermanshah, Iran barat, dan lokasi penyaluran gas ke pembangkit tenaga kota Basrah adalah perbatasan Shalamcheh, Iran barat daya.
Sementara itu, imbuhnya, perdagangan gas Iran dan Azerbaijan dilakukan dalam kerangka perjanjian "gas swap" atau pertukaran gas yang ditandatangani di Astara, dengan kapasitas sekitar satu juta meter kubik perhari.
Menlu Iran Bertemu sejawatnya dari Turki
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif Jumat (22/3) di sela-sela sidang istimewa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bertemu dengan Menlu Turki, Mevlut Cavusoglu.
Menurut laporan IRNA, Mohammad Javad Zarif yang bertolak ke Istanbul untuk menghadiri sidang luar biasa tingkat menlu OKI, sebelum sidang bertemu dengan Mevlut Cavusoglu.
Sidang istimewa OKI digelar hari ini di Istanbul untuk mengkaji berbagai dimensi serangan teror terhadap dua masjid di Selandia Baru yang menewaskan lebih dari 50 jamaah shalat Jumat.
Menyusul pembantaian sadis umat Muslim di Selandia Baru, Mohammad Javad Zarif hari Jumat lalu (15/3) dalam kontak telepon dengan Mevlut Cavusoglu mengusulkan digelarnya sidang istimewa OKI yang saat ini dipimpin oleh Turki.(PH)