Jubir Kemlu Iran Respon Tuduhan Palsu Saudi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i70665-jubir_kemlu_iran_respon_tuduhan_palsu_saudi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Sayid Abbas Mousavi mengatakan upaya Arab Saudi dan sejumlah negara Arab di kawasan untuk mengesampingkan cita-cita Palestina dengan menggantikannya dengan tujuan-tujuan fiktif adalah kesalahan strategis.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
May 31, 2019 13:27 Asia/Jakarta
  • Jubir Kemlu RII Sayid Abbas Mousavi.
    Jubir Kemlu RII Sayid Abbas Mousavi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Sayid Abbas Mousavi mengatakan upaya Arab Saudi dan sejumlah negara Arab di kawasan untuk mengesampingkan cita-cita Palestina dengan menggantikannya dengan tujuan-tujuan fiktif adalah kesalahan strategis.

Hal itu disampaikan Mousavi pada Jumat (31/5/2019) untuk mereaksi pendekatan Arab Saudi yang menyalahgunakan posisinya sebagai tuan rumah pertemuan para pemimpin negara-negara anggota Organiasasi Kerja Sama Islam (OKI) di Mekah dan tuduhan tak berdasar sejumlah negara Arab pesisir Teluk Persia terhadap Iran.

"Republik Islam Iran meyakini bahwa pernyataan dan tuduhan yang dilontarkan bukan pandangan semua anggota organisasi tersebut," kata Mousavi.

Dia menambahkan, Arab Saudi alih-alih memanfaatkan peluang Hari Quds Sedunia dan pertemuan para pemimpin negara-negara Muslim dan Arab untuk menindak lanjuti hak-hak rakyat Palestina dan masalah al-Quds, namun Riyadh justru melanjutkan pendekatan kelirunya untuk menciptakan perpeahan di antara negara-negara Muslim dan kawasan, di mana ini adalah sejalan dengan keinginan rezim Zionis Israel.

Mousavi juga menilai perilaku Arab Saudi tersebut sebagai tindakan yang sejalan dengan langkah gagal anti-Iran yang diterapkan Amerika Serikat dan rezim Zionis.

"Tujuan lama rezim Zionis adalah agar negara-negara Muslim dan Arab lalai atas musuh utama dan bersama mereka, dan sibuk dengan urusannya," ujarnya.

Jubir Kemlu Iran lebih lanjut mengungkapkan harapan adanya langkah yang mengimbangi kelemahan Arab Saudi dalam mendukung perjuangan Palestina dan pendekatan salah beberapa negara Muslim dan Arab di kawasan.

"Negara-negara Muslim seharusnya tidak membiarkan isu Palestina dan al-Quds al-Sharif dibayangi oleh kebijakan yang memecah belah dan kesalahan strategis," pungkasnya.

Sebelumnya, Dewan Kerja Sama Teluk Persia di akhir pertemuan puncak para pemimpin dewan ini di Mekah dan juga KTT OKI pada Jumat pagi mengeluarkan pernyataan yang isinya mengulang tuduhan palsu bahwa Iran mencampuri urusan negara-negara di kawasan. (RA)