Jelang Ramadhan, Warga Iran Donorkan Darah (1)
Mendekati Bulan Suci Ramadhan, warga Tehran, ibu kota Republik Islam Iran berbondong-bondong mendatangi Pusat Transfusi Darah Tehran untuk mendonorkan darah mereka.
Kegiatan yang dilakukan secara sukarela tersebut merupakan aktivitas rutin masyarakat Iran menjelang Bulan Suci Ramadhan untuk membantu pesien yang membutuhkan, terutama tahun ini untuk pasien terinfeksi virus Corona, COVID-19.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour pada Kamis (23/4/2020) mengatakan, pasien COVID-19 yang sembuh meningkat dan hingga sekarang 64.843 pasien virus ini telah sembuh dan diizinkan pulang dari rumah sakit.
"Sejak Rabu siang hingga Kamis siang ini, berdasarkan hasil tes laboratorium, ada 1.030 pasien baru yang terinfeksi virus Corona, sehingga jumlah total pasien yang terinfeksi virus ini menjadi 87.026 orang," kata Jahanpour, Kamis siang.
Dia menambahkan, sayangnya selama 24 jam lalu, 90 pasien yang terinfeksi Covid-19 di Iran meningal dunia, sehingga jumlah total yang meninggal dunia hingga sekarang mencapai 5.481 orang. Sementara 3.105 pasien dalam kondisi kritis.
Virus Corona telah menyebar ke lebih dari 111 negara dan jumlah korban jiwa akibat virus ini di seluruh dunia hingga Kamis pagi, 23 April 2020 telah mencapai 183.090 orang.
Lebih dari 2.628.143 orang terinfeksi COVID-19 dan 707.023 dari mereka telah sembuh. Covid-19 ditemukan pertama kali pada Desember 2019 di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.
Amerika Serikat berada di urutan pertama yang memiliki kasus terbanyak terkait dengan virus Corona. 842.624 warga Amerika terinfeksi COVID-19, dan 46.785 dari mereka meninggal dunia.
Spanyol berada di urutan kedua. 208.389 warga negara ini tertular COVID-19, dan 21.717 dari mereka meninggal dunia. Negara berikutnya adalah Italia. 187.327 warga negara ini terinfeksi virus Corona dan 25.085 dari mereka meninggal dunia.
Negara-negara berikutnya yang memiliki kasus terbanyak COVID-19 adalah Prancis, Jerman, Inggris, Turki, Iran dan Cina. (RA)