Gandeng Anwar, PM Baru Malaysia Tarik Dukungan dari Oposisi
-
PM Malaysia, Ismail Sabri Yaakob
Koalisi pemerintahan baru Malaysia pimpinan Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob dikabarkan telah membuat kesepakatan dengan kubu oposisi utama demi memastikan stabilitas politik selama pandemi Covid-19.
Reuters melaporkan, dalam pernyataan bersama pada Senin (13/9), perwakilan dari pemerintah dan pemimpin oposisi Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim mengatakan mereka telah sepakat untuk fokus bekerja melakukan reformasi dan transformasi inisiatif.
"Semua pihak sepakat bahwa nota kesepahaman (MoU) ini bertujuan untuk mengembalikan stabilitas politik negara dalam rangka memerangi pandemi Covid-19 dan menghidupkan kembali perekonomian melalui kerja sama bipartisan," kata pernyataan bersama koalisi pemerintah dan oposisi Malaysia dilansir Reuters.
Kesepakatan ini dipandang sejumlah pihak dapat membantu menyelamatkan pemerintahan Ismail Sabri dari kemungkinan usulan mosi tidak percaya parlemen yang dapat menggulingkan pemerintahannya.
Ismail Sabri resmi menjabat sebagai perdana menteri pada Agustus lalu dengan mayoritas suara tipis di parlemen menggantikan Muhyiddin Yassin yang memutuskan mengundurkan diri setelah digoyang oposisi.
Penunjukan Ismail Sabri sebagai PM Malaysia yang baru berlangsung ketika gejolak politik terus terjadi sejak kekalahan partai politik terbesar Organisasi Nasional Melayu bersatu (UMNO), dalam pemilu 2018 karena tuduhan korupsi.(PH)