Al-Matlabi: AS Berusaha untuk Bertahan di Irak
-
Pasukan Amerika Serikat di Irak.
Seorang anggota Koalisi Negara Hukum mengatakan, Amerika Serikat memanfaatkan serangan teroris baru-baru ini di Irak untuk mempertahankan kehadiran militernya.
Saad al-Matlabi menuturkan bahwa kekhawatiran tentang potensi serangan teroris di Baghdad telah meningkat, dan dengan semakin dekatnya waktu penarikan pasukan AS, ada kemungkinan gelombang serangan teroris akan meningkat di Irak.
"AS akan berusaha untuk tinggal lebih lama di Irak dengan alasan situasi keamanan yang memburuk," kata al-Matlabi pada Selasa (7/12/2021) seperti dikutip laman Baghdad Today.
Faksi-faksi perlawanan Irak menyatakan bahwa meningkatnya kekerasan yang disponsori oleh poros kejahatan Zionis-Amerika-Saudi terhadap warga sipil, sejalan dengan strategi AS untuk melegitimasi kehadirannya di Irak.
Juru bicara Komando Operasi Gabungan Irak, Mayor Jenderal Tahsin al-Khafaji mengatakan pasukan tempur AS akan meninggalkan Irak pada 31 Desember dan pasukan kami dapat memenuhi tanggung jawabnya dalam perang melawan Daesh.
Baghdad dan Washington mencapai kesepakatan pada Juli lalu tentang penarikan semua pasukan tempur AS dari Irak pada Desember 2021. (RM)